Airlangga: Golkar dan Demokrat Punya Banyak Kesamaan

Airlangga: Golkar dan Demokrat Punya Banyak Kesamaan
Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG) Airlangga Hartarto saat menerima kunjungan Ketum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PG, Jalan Anggrek Neli, kawasan Slipi, Jakarta Barat, Kamis (25/6/2020). (Foto: BeritaSatu Photo / Robert Wardy)
Robertus Wardy / YUD Kamis, 25 Juni 2020 | 22:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG) Airlangga Hartarto menerima kunjungan Ketum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PG, Jalan Anggrek Neli, kawasan Slipi, Jakarta Barat, Kamis (25/6/2020). AHY datang didampingi Ketua Fraksi PD di DPR Edhy Baskoro Yudhoyono atau Ibas, Sekjen PD Tengku Riefky, Bendahara Umum Renville Antonio, dan sejumlah Ketua DPP PD lainnya.

Sementara itu Airlangga didampingi Sekjen Lodewijk Freidrich Paulus, dan sejumlah Wakil Ketua Umum seperti Agus Gumiwang Kartasasmita, Kahar Muzakir, Azis Syamsuddin, Doli Kurnia, Nurul Arifin, dan sejumlah pengurus DPP PG lainnya.

Dalam konferensi pers bersama, Airlangga mengemukakan antara PG dan PD memiliki banyak kesamaan, termasuk soal ideologi. PG dan PD bertekad meningkatkan kerja sama dan selalu membangun komunikasi untuk pembangunan bangsa.

"Walaupun posisi Partai Demokrat tidak di pemerintahan dan partai Golkar di pemerintahan, namun kita mempunyai ideologi yang terkait dengan pembangunan, mempunyai kesamaan," kata Airlangga.

Ia menjelaskan PG dan PD sepakat untuk membangun kerja sama sekalipun posisi berbeda. Apalagi dalam situasi negara yang sedang dilanda oleh wabah virus Corona atau Covid 19. Situasi saat ini membutuhkan kesolidan dan kestabilan politik.

"Dalam situasi seperti ini kestabilan politik menjadi penting. Partai Golkar dan Partai demokrat bersepakat untuk ini terus kita jaga dan kita terus selalu berkomunikasi agar agenda-agenda nasional bisa kita jaga demi kemaslahatan masyarakat," ujar Airlangga yang juga Menko Perekonomian.

Sementara AHY menyebut pertemuannya dengan penggurus Golkar sebagai silahturami pertama setelah dirinya menjadi Ketum. PD akan terus membangun kerjasama dengan PG untuk membangun bangsa.

"Dalam situasi sekarang, walapun beda partai, dalam situasi sekarang, perlu kebersamaan," ujar AHY.



Sumber: BeritaSatu.com