Ganjar Minta Kader PDIP Tidak Terprovokasi Pembakaran Bendera
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

Ganjar Minta Kader PDIP Tidak Terprovokasi Pembakaran Bendera

Kamis, 25 Juni 2020 | 16:29 WIB
Oleh : Stefi Tenu / CAH

Semarang, Beritasatu.com - Politisi PDI Perjuangan yang juga Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh kader PDIP tidak terpancing aksi pembakaran bendera PDIP oleh massa yang melakukan demonstrasi di depan gedung DPR RI, Rabu (26/6).

"Kader jangan sampai terpancing pada provokasi pembakaran bendera PDIP itu. Jaga diri baik-baik, serahkan kasus ini pada DPP karena DPP PDIP sudah menyiapkan untuk mengambil langkah hukum," kata Ganjar ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2020).

Ganjar menolak keras tuduhan bahwa PDIP berpaham Partai Komunis Indonesia (PKI). Dirinya menegaskan, bahwa PDIP juga tidak setuju dengan paham PKI.

"Saya orang PDIP, sudah cukup lama dan saya bukan PKI. Kami PDIP, kami juga tidak setuju dengan PKI. Itu clear. Semua paham yang dilarang, kami tidak ada di sana, karena kami berada pada barisan yang sesuai konstitusi dan dasar negara," tegasnya.

Ganjar mendukug DPP PDIP untuk mengambil jalur hukum dalam persoalan ini. Menurutnya, cara itu adalah cara yang terbaik.

Menurutnya, PDIP sudah sangat terbiasa bergerak secara konstitusional. Dirinya mencontohkan, bagaimana peristiwa 1996 saat PDIP diinjak-injak tidak karuan dan mereka berjuang dengan cukup panjang.

"Siapa yang menginjak-injak itu, tidak ada yang tidak tahu. Semuanya tahu. Kita bertahan secara konstitusional dan bu Mega (Megawati Soekarnoputri) memerintahkan untuk mengambil langkah hukum saat itu. Cara itu akhirnya yang kita percaya," terangnya.

Menurut Ganjar, hari ini PDIP memang sedang digoncang dalam kontestasi politik. Sebenarnya itu hal yang biasa saja, namun seharusnya semua harus saling menghormati antar intitusi.

"Tidak setuju boleh, tapi merusak janganlah. Ini pasti ada yang tidak suka dengan situasi kondisi politik yang berjalan hari ini, sehingga mereka ingin mendistorsi," ujarnya.

Ganjar melihat ada upaya pihak lain yang ingin menyudutkan bahwa PDIP itu adalah PKI. Dengan tegas, Ganjar membantah tuduhan itu.

"Maaf ya, tidak!. Kami bukan PKI, kami orang beragama dan juga anti PKI," jelasnya.

Menurutnya, isu itu hanya ditempelkan saja untuk memprovokasi. Ia juga heran, kenapa pada aksi itu mereka menyandingkan bendera PDIP dengan bendera PKI.

"Saya tidak tahu mereka dapat bendera PKI dari mana, kalau bendera PDIP bisa dibeli, tapi kalau bendera PKI darimana? Pasti itu diproduksi. Menurut saya aparat penegak hukum ambil saja itu, siapa yang membakar, dapat bendera PKI dari mana. Dugaan saya, mereka nyablon sendiri," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tanri Abeng Dukung Erick Thohir Restrukturisasi BUMN

Tanri Abeng mendukung restrukturisasi BUMN yang tengah dilakukan Erick Thohir.

POLITIK | 25 Juni 2020

Komisi IV DPR RI Apresiasi Kinerja KLHK

Komisi IV DPR meminta agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus menjaga dan meningkatkan capaian kinerja yang sudah diraih dengan baik selama ini.

POLITIK | 25 Juni 2020

Bendera Partai Dibakar, Hasto: PDIP Akan Tempuh Jalan Hukum

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa pihaknya akan dengan tegas menempuh jalan hukum.

POLITIK | 24 Juni 2020

Polemik RUU HIP, SBY Ingatkan Bahaya Perpecahan

Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan potensi perpecahan di masyarakat

POLITIK | 24 Juni 2020

Daerah Diminta Segera Cairkan Anggaran Pilkada

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian meminta 270 daerah yang melaksanakan pilkada agar segera mencairkan sisa anggaran pilkada.

POLITIK | 24 Juni 2020

Dampingi Faldo Maldini, Febby Datuak Bangso: Giliran Anak Muda Bangun Sumbar

Fabby menyebut pasangan ini sebagai duet anak nagari. Mereka ingin kesejahteraan Sumatera Barat lebih merata di nagari dan perkotaan.

NASIONAL | 24 Juni 2020

Akan Dirikan Partai, 'Wanita Emas' Bertekad Sejahterakan Rakyat

Hasnaeni bertekad melalui partai politik yang didirikannya akan menyejahterakan rakyat Indonesia.

POLITIK | 24 Juni 2020

Presiden Optimistis Indonesia Mampu Kalahkan Covid-19

Jokowi optimistis bangsa Indonesia mampu mengalahkan pandemi Covid-19.

POLITIK | 24 Juni 2020

Petinggi Fraksi PAN Minta Pimpinan DPR Gelar Rapat Cabut RUU HIP dari Prolegnas

Wakil Ketua Fraksi mendesak agar Pimpinan DPR segera meminta dilaksanakan rapat agar pembahasan RUU HIP dicabut dari Prolegnas.

POLITIK | 24 Juni 2020

Presiden Jokowi Apresiasi Kepala Daerah yang Berhasil Tekan Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang berhasil menekan angka kasus positif dan kematian akibat virus corona.

POLITIK | 24 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS