Polemik RUU HIP, SBY Ingatkan Bahaya Perpecahan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Polemik RUU HIP, SBY Ingatkan Bahaya Perpecahan

Rabu, 24 Juni 2020 | 23:47 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan potensi perpecahan di masyarakat. Hal itu terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

"Saya mengikuti hiruk pikuk sosial dan politik seputar RUU Haluan Ideologi Pancasila. Saya juga sudah membaca dan mengkaji RUU tersebut. Tentu ada pendapat dan tanggapan saya, namun lebih baik saya simpan agar politik tak semakin panas," demikian SBY melalui akun Twitternya, beberapa waktu lalu.

Menurut SBY, pembahasan RUU HIP harus dilakukan dengan hati-hati. Sebab RUU HIP berkaitan dengan Pancasila sebagai ideologi negara. SBY menyatakan apabila keliru dalam penetapan nantinya, maka akan berakibat fatal bagi semua pihak.

"Kita harus sungguh berhati-hati jika berpikir, berbicara dan merancang sesuatu yg berkaitan dgn ideologi dan dasar negara Pancasila, apalagi jika menyentuh pula kerangka dan sistem kehidupan bernegara. Kalau keliru, dampaknya sangat besar," ucap SBY.

SBY tidak menginginkan rakyat dibuat susah lagi, karena pembahasan RUU tersebut yang tidak pada tempatnya.

"Memposisikan ideologi harus tepat dan benar. Ingat, proses "nation building" dan "consensus making" yang kita lakukan sejak tahun 1945 juga tak selalu mudah. Jangan sampai ada "ideological clash" dan perpecahan bangsa yang baru. Kasihan Pancasila, kasihan rakyat," tegas mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Daerah Diminta Segera Cairkan Anggaran Pilkada

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian meminta 270 daerah yang melaksanakan pilkada agar segera mencairkan sisa anggaran pilkada.

POLITIK | 24 Juni 2020

Dampingi Faldo Maldini, Febby Datuak Bangso: Giliran Anak Muda Bangun Sumbar

Fabby menyebut pasangan ini sebagai duet anak nagari. Mereka ingin kesejahteraan Sumatera Barat lebih merata di nagari dan perkotaan.

NASIONAL | 24 Juni 2020

Akan Dirikan Partai, 'Wanita Emas' Bertekad Sejahterakan Rakyat

Hasnaeni bertekad melalui partai politik yang didirikannya akan menyejahterakan rakyat Indonesia.

POLITIK | 24 Juni 2020

Presiden Optimistis Indonesia Mampu Kalahkan Covid-19

Jokowi optimistis bangsa Indonesia mampu mengalahkan pandemi Covid-19.

POLITIK | 24 Juni 2020

Petinggi Fraksi PAN Minta Pimpinan DPR Gelar Rapat Cabut RUU HIP dari Prolegnas

Wakil Ketua Fraksi mendesak agar Pimpinan DPR segera meminta dilaksanakan rapat agar pembahasan RUU HIP dicabut dari Prolegnas.

POLITIK | 24 Juni 2020

Presiden Jokowi Apresiasi Kepala Daerah yang Berhasil Tekan Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang berhasil menekan angka kasus positif dan kematian akibat virus corona.

POLITIK | 24 Juni 2020

Jokowi Lantik DPP dan Dewan Pertimbangan LVRI

Mayjen Purn TNI Purn Saiful Sulun sebagai dilantik sebagai Ketua Umum DPP LVRI.

POLITIK | 24 Juni 2020

Hinca Pandjaitan: Pak Luhut Respek Terhadap Mas Ibas dan Keluarga Besar SBY

Menurut Hinca wejangan dari Luhut tentu akan berdampak positif bagi Ibas untuk terus berkarya di dunia politik, terutama di jalur legislatif.

POLITIK | 23 Juni 2020

Puan Maharani: DPR Akan Evaluasi Bansos Covid-19

Puan menekankan agar bantuan pemerintah itu diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu.

POLITIK | 23 Juni 2020

Mendagri: Bawaslu Harus Menjadi Wasit Netral

Harapan mendagri agar bawaslu menjadi wasit yang adil dan jujur untuk mendapatkan proses Pilkada yang adil, jujur dan berkualitas.

POLITIK | 23 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS