Pembahasan RUU Cipta Kerja Momentum Perkuat UMKM

Pembahasan RUU Cipta Kerja Momentum Perkuat UMKM
Ilustrasi UMKM. (Foto: Antara)
Robertus Wardi / FER Jumat, 19 Juni 2020 | 22:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Berly Martawardaya menilai, pemerintah tengah melakukan terobosan baru dalam mengatur sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Upaya itu, terwujud dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja yang didalamnya terdapat klaster UMKM.

Baca Juga: RUU Cipta Kerja Harus Melindungi UMKM

"Ini momentum untuk berbenah. Regulasi yang dulunya merepotkan UMKM harus diubah menjadi lebih sederhana. Sehingga saat krisis akibat pandemi ini usai, UMKM kita bisa lebih maju," kata Berly di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Berly menjelaskan, pembahasan RUU Cipta Kerja harus menjadi momentum untuk memperkuat UMKM. Jangan sampai UMKM dilupakan apalagi tergilas dalam upaya transformasi ekonomi Indonesia besar-besaran melalui RUU Cipta Kerja.

Berly mencatat, persoalan yang selama ini membelit pelaku UMKM adalah tumpang-tindih regulasi antara pusat dan daerah. Tumpang-tindih regulasi ini mengakibatkan lambannya urusan perizinan usaha oleh UMKM.

Baca Juga: Pengesahan RUU Cipta Kerja Dorong Pertumbuhan Ekonomi

"Kalau bisa diatur juga soal perizinan usaha satu pintu dan terpusat. Jadi UMKM tidak repot saat mengurus izin usaha. Kalau urus perizinan susah, ekonomi kita sulit untuk bangkit," ujar Berly.

Tak hanya soal kemudahan izin, Berly juga mengusulkan agar UMKM dilibatkan dalam proyek pengadaan berskala kecil oleh pemerintah. Misalnya urusan katering, kalau bisa UMKM dilibatkan.

"Jadi bukan hanya perusahaan besar saja yang ikut terlibat, UMKM juga harus diberdayakan," tegas Berly.



Sumber: BeritaSatu.com