Jokowi Batal Kunker ke Jawa Tengah

Jokowi Batal Kunker ke Jawa Tengah
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berolahraga pagi didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo (kiri), Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa (kedua kiri), Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, dan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 14 Juni 2020. (Foto: Istimewa)
Lenny Tristia Tambun / JEM Kamis, 18 Juni 2020 | 10:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Sekretaris Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Jawa Tengah yang diagendakan hari ini, Kamis (18/6/2020).

“Tidak jadi kunjungan kerja di luar kota ya,” kata Heri Budi Hartono saat dihubungi wartawan, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya, Jokowi menunda kepergiannya ke Jawa Tengah dikarenakan adanya Sidang Kabinet Paripurna yang digelar hari ini. Adapun Sidang Kabinet Paripurna ini tertutup dan bersifat intern.

“Ditunda (kunker) karena ada rapat terbatas,” ujar Heru Budi Hartono.

Ia sendiri belum mengetahui kepastian Jokowi akan kunker. Ia memprediksikan Jokowi akan kembali kunker pada pekan depan. “Belum tahu. Minggu depan kali ya,” ungkapnya.

Sebelumnya, setelah memasuki masa transisi new normal (tatanan normal baru), Jokowi kembali mengagendakan kegiatan blusukannya ke daerah-daerah yang berstatus zona hijau atau aman dari Covid-19. Rencananya, Jokowi akan blusukan ke daerah Jawa Tengah.

Kabar itu dibenarkan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono. Bahwa Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Bahkan Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Jokowi sudah tidak tahan untuk kembali blusukan. Karena blusukan sudah menjadi ciri khasnya, baik saat Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, kemudian Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI dua periode.

Tetapi, lanjutnya, Jokowi tidak ingin kegiatan blusukannya di tengah pandemi virus corona ini menjadi perdebatan publik. Sehingga ia melihat dulu perkembangan penanganan virus corona di Indonesia.

“Tetapi kalau blusukan jadi perdebatan di luar publik, tetapi akhirnya setelah melihat berkembangan yang ada hampir 100-an daerah yang hijau, Presiden tetap akan berkunjung ke beberapa daerah hijau dan menyatakan bahwa kita siap bekerja, tetapi kita tetap menjaga kesehatan,” ungkap Pramono Anung.

 



Sumber: BeritaSatu.com