Politisi PDIP: Kemkes Telah Bekerja Keras Hadapi Covid-19

Politisi PDIP: Kemkes Telah Bekerja Keras Hadapi Covid-19
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Bank KEB Hana Indonesia (Bank KEB Hana) Park Sung-Ho (kiri) setelah penyerahan bantuan 10 ribu unit rapid test dengan jenis Standard Q Covid-19 IgM/IgG Duo di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (5/5/2020). (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Markus Junianto Sihaloho / FMB Minggu, 7 Juni 2020 | 12:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Nabiel Haroen, menilai Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan jajarannya telah menunjukkan usaha yang keras dalam menghadapi ujian berat berupa pandemi covid-19.

Menurut Nabiel, hampir semua negara mengalami tantangan berat, dengan fasilitas kesehatan yang menghadapi serangan bertubi berupa ribuan hingga ratusan ribu pasien Covid19.

"Di Indonesia, masa ini merupakan ujian terbesar bagi Menteri Kesehatan sekaligus Kementerian Kesehatan. Kita semua harus saling mendukung dengan masing-masing potensi dan kekuatan yang dimiliki. Tentu saja, kita tidak sedang mengevaluasi, karena pandemi belum berakhir. Koordinasi dan konsolidasi antar pihak sangat dibutuhkan," ujar Nabiel Haroen, Minggu (7/6/2020).

Yang jelas, menurut dia, pandemi Covid19 membuka mata bahwa ada beberapa hal strategis yang harus dipercepat dalam kebijakan dan eksekusinya. Situasi saat ini membuat kita jadi mengetahui kekurangan-kekurangan yang ada di sektor kesehatan, sekaligus bagaimana mengatasinya. Di antara hal strategis itu adalah pentingnya mendorong produksi mandiri alat dan fasilitas kesehatan.

"Kita punya sumber daya dan bahan yang melimpah, yang itu bisa men-support fasilitas tenaga medis kita. Jadi, tidak bergantung sepenuhnya pada impor. Kita bisa memproduksi sebagian besar secara mandiri," ujarnya.

Selain itu, penting untuk meriset dan memproduksi obat herbal sesuai standar internasional. Sebab Indonesia punya bahan alami melimpah berupa rempah-rempah dan tanaman berkhasiat. "Itu potensi besar Indonesia merajai pasar maupun kebutuhan internasional. Jelas kita harus saling memberi solusi," imbuhnya.

Apapun itu, Nabiel mengatakan pihaknya meyakini Menkes Terawan dan jajarannya akan mendengar berbagai masukan yang ada, termasuk dari Parlemen. Sebab selama ini, komunikasi Parlemen sangat baik dengan Menteri Kesehatan maupun Kementerian Kesehatan, dalam konteks koordinasi.

"Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, saya sering memberi kritik tajam sekaligus masukan-masukan strategis kepada Menteri Kesehatan maupun Kemkes, serta beberapa instansi yang terkait dengan penanganan kesehatan, misalnya BPJS. Jadi, kritik dan solusi yang seimbang ini penting agar pemerintah kita progresif," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com