Virus Covid-19 Tak Pandang Usia, Lebih Aman Work From Home

Virus Covid-19 Tak Pandang Usia, Lebih Aman Work From Home
Sejumlah karyawan pulang kerja di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat, 17 April 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Markus Junianto Sihaloho / WM Kamis, 14 Mei 2020 | 13:58 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota DPR dari Fraksi Nasdem, Fauzi Amro, meminta agar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk menghentikan kebijakan pelonggaran transportasi serta rencana mengizinkan penduduk usia hingga 45 tahun untuk bisa bekerja.

Menurut Fauzi, kebijakan mengizinkan masyarakat berusia 45 tahun ke bawah bekerja kembali adalah sebuah hal yang aneh.

"Karena kebijakan tersebut tidak sesuai dengan protokol WHO mengenai pencegahan Covid-19, padahal hal utama yang harus dilakukan adalah menghindari berkerumun," kata Fauzi Amro, Kamis (14/5/2020).

Menurut dia, seharusnya Gugus Tugas berkaca kepada kejadian di beberapa negara dimana kembali terjadi gelombang kedua penularan virus Covid-19 setelah aktivitas ekonomi kembali dibuka. Artinya, sebaiknya pemerintah tak menegosiasikan keselamatan para pekerja.

Sesuai anjuran WHO, kata Fauzi, keselamatan kesehatan warga harus diutamakan. Dikotomi usia 45 tahun ke bawah dan 45 tahun ke atas juga tak bisa menjadi jaminan bahwa virus Covid-19 takkan terus menyebar.

"Tak ada yang menjamin usia muda bakal bebas terpapar dari corona, karena virus tak memandang usia. Anak muda pun bisa rentan kena virus corona karena tidak menerapkan pola hidup sehat," katanya.

Dia lebih setuju jika Pemerintah justru memantapkan regulasi soal bekerja dari rumah atau work from home (WFH). "Jadi sementara ini, kita lebih aman bekerja dari rumah," imbuh Anggota Komisi XI DPR itu.

Dia juga menyesalkan adanya kecenderungan kebijakan yang berubah-ubah. Menurutnya, sudah tepat ketika Pemerintah mengajukan pelarangan mudik lebaran dan pembatasan moda transportasi. Masalahnya, belakangan Kementerian Perhubungan justru melonggarkan kebijakan transportasi, termasuk penerbangan yang kembali dibolehkan.

"Ini kan sama dengan mempercepat penyebaran virus corona menyebar ke seluruh Indonesia," kata dia.

Menurut dia, lebih baik pemerintah memastikan bahwa virus corona benar-benar hilang terlebih dahulu sebelum membolehkan warga beraktivitas kembali.



Sumber: BeritaSatu.com