Teken Perppu, Presiden Jokowi Minta Dukungan DPR Hadapi Virus Corona

Teken Perppu, Presiden Jokowi Minta Dukungan DPR Hadapi Virus Corona
Presiden Joko Widodo meninjau penyemprotan disinfektan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun)
Novy Lumanauw / FMB Selasa, 31 Maret 2020 | 19:33 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) atas sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam penanganan wabah virus corona (Covid-19) di Tanah Air.

Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

“Terakhir saya mengharapkan dukungan dari DPR RI Perppu yang baru saja saya tanda tangani ini akan segera diundangkan dan dilaksanakan, dan dalam waktu secepat-cepatnya kami akan menyampaikan ke DPR RI untuk mendapatkan persetujuan menjadi undang-undang,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3/2020).

Berdasarkan Perppu itu, pemerintah mengucurkan dana Rp 405,1 triliun sebagai penambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 dalam rangka penanganan Covid-19.

Presiden Jokowi mengungkapkan dana Rp 405,1 triliun akan dialokasikan untuk belanja bidang kesehatan sebesar Rp 75 triliun, perlindungan sosial Rp 110 triliun, insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat Rp 70,1 triliun, serta pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit serta penjaminan dan pembiayaan dunia usaha, khususnya terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) senilai Rp 150 triliun.

“Anggaran bidang kesehatan akan diprioritaskan untuk perlindungan tenaga kesehatan, terutama pembelian APD, pembelian alat-alat kesehatan seperti test kits, reagen, ventilator dan lain-lainnya, dan upgrade rumah sakit rujukan, termasuk wisma atlet, insentif dokter, perawat dan tenaga rumah sakit juga untuk santunan kematian tenaga medis serta penanganan permasalahan kesehatan lainnya,” kata Presiden Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com