DPR Diharapkan Sehati dengan Pemerintah Tangani Virus Corona

DPR Diharapkan Sehati dengan Pemerintah Tangani Virus Corona
Sidang paripurna DPR. (Foto: Antara)
Carlos KY Paath / FMB Minggu, 29 Maret 2020 | 19:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Masa Sidang DPR akan dibuka pada Senin (30/3/2020). Saat melaksanakan fungsinya nanti, DPR diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam menangani wabah virus corona jenis baru atau Covid-19.

“Peran, tugas dan kewenangan DPR mesti diarahkan pada upaya penanganan Covid-19 oleh pemerintah. DPR jangan biarkan pemerintah bekerja sendiri atau menjadi penonton dan melontarkan kritik,” kata Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius kepada Beritasatu.com, Minggu (29/3/2020).

Menurut Lucius, seluruh fraksi dan anggota DPR sepatutnya menunjukkan kualitas sebagai wakil rakyat. Sebab diketahui bersama, lanjut Lucius, pandemi Covid-19 begitu masif menyebar di daerah-daerah. Lucius menyatakan persoalan penanganan Covid-19 tidak pernah dapat lepas dari perhatian DPR.

“Saya menduga lemahnya pemerintah tangani Covid-19, karena dukungan politik tidak ada. Ini yang diperlukan dari DPR di masa sidang. Mencari solusi terbaik untuk mendukung kerja-kerja pemerintah dalam penanganan Covid-19,” tegas Lucius.

Lucius mengatakan, DPR bisa memikirkan untuk realokasi anggaran maupun mengubah Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 bersama pemerintah. Tujuannya untuk memastikan tidak ada lagi hambatan keterbatasan anggaran dari pemerintah menangani Covid-19. “DPR harus bisa tunjukkan keberpihakan mereka terhadap masalah rakyat saat ini,” tegas Lucius.

Di sisi lain, saat menjalankan rapat-rapat komisi dan paripurna, menurut Lucius, DPR sepatutnya mempertimbangkan situasi dan kondisi. Pasalnya pemerintah mengingatkan pentingnya physical distancing atau pembatasan jarak fisik antarmasyarakat. Lucius menilai DPR perlu memberikan contoh physical distancing tersebut.

“Sekarang ini kan kita dituntut physical distancing, nah DPR harus dapat beri contoh. Kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan secara optimal agar rapat tidak harus hadir secara fisik. Sebab potensi penularan Covid-19 ketika orang berkumpul di satu ruangan dalam jumlah cukup banyak itu sangat tingi,” kata Lucius.

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani menegaskan fungsi DPR harus terus berjalan meski dalam kondisi darurat pandemi Covid-19. “DPR mendengar aspirasi rakyat agar segera menghadirkan solusi atas penyebaran Covid-19. Kami di DPR akan bekerja sesuai fungsi dan wewenang kami untuk membantu pemerintah menghadirkan solusi untuk rakyat,” tegas Puan.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Achmad Baidowi mengatakan, jarak duduk anggota DPR ketika rapat paripurna dan komisi harus dibatasi. “Minimal satu meter dan bisa juga menggunakan kursi-kursi balkon jika kurang,” kata Baidowi seraya menilai beberapa wakil rakyat lainnya dapat mengikuti rapat virtual dari rumah masing-masing.

Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin mengatakan, Masa Sidang III DPR akan berlangsung pada 30 Maret-12 Mei 2020. Menurut Azis, pembukaan masa sidang dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB di Ruang Paripurna, Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta. Azis menegaskan, paripurna tidak akan mengambil keputusan.

Azis menambahkan, legislator dapat datang secara fisik maupun hadir melalui telekonferensi. “Anggota yang datang secara fisik harus memakai pin DPR, Lewat pintu depan Bank Mandiri dan disemprot disinfektan dulu, Rapat akan dilaksanakan dengan prinsip physical distancing. Tempat duduk berjarak duakursi,” tegas Azis.



Sumber: BeritaSatu.com