Mahfud MD Terima Dokumen dari Veronica Koman

Mahfud MD Terima Dokumen dari Veronica Koman
Menkopolhukam RI Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, SH saat acara Bincang Seru Mahfud : Inspirasi, Kreasi, Pancasila di Balai Purnomo Prawiro Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (17/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR )
Robertus Wardi / FMB Senin, 17 Februari 2020 | 21:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menko Polhukam Mahfud MD mengaku menerima dokumen soal tahanan politik Papua dari aktivis kemerdekaan Papua Veronica Koman pada Senin (17/2/2020) ini. Dokumen itu diserahkan oleh seorang mahasiswa saat dirinya menjadi pembicara di kampus Universitas Indonesia hari ini.

"Itu endak ada apa-apanya, dokumennya hanya ini loh, coba di-close-up ini, hanya ini katanya," kata Mahfud usai menjadi narasumber Diskusi Panel dengan tema Pengamalan Ideologi Pancasila dalam Menghadapi Ancaman Radikalisme di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).

Ia menyebut dokumen yang diserahkan hanya dua lembar. Tidak ada informasi pendukung terkait nama-nama yang ada dalam dua lembar tersebut.

"Loh kalau cuman kayak gini, nih, ini daftar nama orang yang tidak jelas. Pasti polisi sudah punya kalau yang kayak gini. Tetapi kita anggap ini sebagai informasi baru. Jadi dia itu nyerahkan kayak gini endak lebih dari lembar ini. Ini hanya semacam sketsa daftar nama yang juga tidak ada identitasnya, tidak ada apa-apanya, tidak lebih dari ini," ujar Mahfud sambil menunjukkan dua lembar kertas dokumen itu ke wartawan.

Mahfud meminta publik untuk mengetahui bahwa dokumen yang selama ini dikampanyekan Veronica ternyata hanya dua lembar.

"Apakah ini sampah? tidak juga. Cuma Anda harus tahu hanya ini yang ditipkan di UI tadi," tutur Mahfud.

Mahfud menyebut dokumen itu sama dengan yang diserahkan Veronica ke Presiden Jokowi saat di Australia beberapa waktu lalu. Saat itu, Mahfud mengatakan tidak bertemu Veronica dan tidak ada dokumen yang dimaksud.

"Dulu yang saya bantah pertanyaan wartawan adalah 'apakah betul Veronica menyerahkan dokumen terhadap presiden di Australia?' Nah saya kan sama presiden waktu itu dan tidak ada Veronica di sana. Sehingga kalau ada info itu ya salah. Jadi infonya yang sampah bukan dokumennya. Soal dokumenya ada atau tidak? Itu banyak orang serahkan map ke presiden. Tadi mahasiswa di UI menyebut dokumen ini yang diserahkan ke presiden di Australia," tutup Mahfud.



Sumber: BeritaSatu.com