Hasto: PDIP Pelajari RUU Cipta Kerja

Hasto: PDIP Pelajari RUU Cipta Kerja
Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / FER Minggu, 16 Februari 2020 | 17:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PDI Perjuangan (PDIP) tengah mempelajari Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja. Secara politik, PDIP memastikan mendukung RUU Cipta Kerja yang merupakan inisiatif pemerintah.

RUU Cipta Kerja, Pemerintah Berupaya Akomodasi Pekerja

"Kami masih mempelajari hal-hal tersebut tetapi sebagai partai pengusung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tentu saja kami memberikan dukungan," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Minggu (16/2/2020).

Menurut Hasto, PDIP menyampaikan sejumlah harapan atas RUU Cipta Kerja. Hal itu, sesuai dengan semangat ideologis partai. "Omnibus Law jangan sampai menjauhkan dari berbagai cita-cita proklamasi, hal hal yang harus dibahas harus dikaji secara ideologis, kemudian implementasinya dan dampaknya dalam membangun perekonomian kita," ujar Hasto.

Hasto menyebutkan, dalam konteks penciptaan lapangan kerja dan kemudian mengundang investasi dengan mengurangi hambatan ego sektoral kami memberikan dukungan sepenuhnya.

Dalam 10 Tahun, Ekonomi Digital Indonesia Masuk Top 10

"Namun sebagai partai politik kami tentu harus mendengarkan aspirasi dari seluruh stakeholder yang menyuarakan terkait dengan RUU Cipta Kerja baik yang pro maupun yang kontra. Kami punya tugas untuk mendengarkan. Tetapi secara politik sekali lagi kami memberikan dukungan," tandas Hasto.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan RUU Ciptaker telah diserahkan kepada DPR. Pembahasan selanjutnya berada di DPR, tentu bersama-sama dengan pemerintah. Airlangga juga menyatakan pemerintah akan memaksimalkan sosialisasi.

"RUU Cipta Kerja kan sudah dimasukan ke DPR dan tentunya akan berproses. Melalui proses tersebut tentu diharapkan partisipasi publik dan juga masukan itu bisa dilaksanakan dan pemerintah sendiri akan melakukan sosialisasi ke 46 titik di seluruh Indonesia," kata Airlangga.



Sumber: BeritaSatu.com