Presiden Diharapkan Segera Lantik Pengganti Wahyu Setiawan

Presiden Diharapkan Segera Lantik Pengganti Wahyu Setiawan
Ilustrasi KPU ( Foto: istimewa )
Carlos KY Paath / FER Selasa, 11 Februari 2020 | 18:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi II DPR telah menggelar rapat internal terkait pergantian antarwaktu (PAW) mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Proses berikutnya, pimpinan DPR akan bersurat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kehadiran Raka Sandi Akan Warnai Komposisi Komisioner KPU

"Rapat terkait pergantian antarwaktu saudara Wahyu Setiawan sudah dilakukan. Saya harap pimpinan DPR bisa segera kirimkan surat kepada pemerintah untuk segera dilakukan proses pergantian,” kata Ketua Komisi II, Ahmad Doli Kurnia, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menjadi pengganti Wahyu sesuai Undang-undang (UU) Nomor 7/2017 tentang Pemilu, Pasal 37 ayat 4 yang mengatur PAW anggota KPU. Sebab, Raka menempati peringkat kedelapan dari 14 calon anggota KPU dalam uji kepatuan dan kelayakan pada 2017.

Raka mendapatkan dengan 21 suara setelah Pramono Ubaid Tanthowi (55 suara), Wahyu Setiawan (55 suara), Ilham Saputra (54 suara), Hasyim Asy’ari (54 suara), Viryan (52 suara), Evi Novida Ginting Manik (48 suara), dan Arief Budiman (30 suara).

Calon lainnya Yessy Y Momongan (6 suara), Sigit Pamungkas (4 suara), Ferry Kurnia Rizkiyansyah (1 suara), Sri Budi Eko Wardani (1 suara), Ida Budhiati (1 suara) dan Amus Atkana (0 suara). Wahyu diberhentikan dengan tidak hormat melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9/P Tahun 2020.

Komisi II Rapat Internal Pergantian Wahyu Setiawan

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wahyu sebagai tersangka kasus dugaan suap menyangkut PAW anggota DPR. "Nah yang berada di nomor itu Raka Sandi. Jadi enggak ada voting-voting lagi,” ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, Raka nantinya akan dihubungi oleh pihak Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg) untuk mengikuti pelantikan. Ahmad berharap dalam waktu dekat Raka secara resmi menjabat komisioner KPU.

"Kami berharap bisa secepatnya. Ini kan tinggal proses administrasi saja. Pimpinan DPR besok paling lama bisa kirim ke Kemsetneg supaya diproses (pelantikan),” ungkap wakil ketua umum Partai Golkar tersebut.

Ahmad meminta jajaran KPU berhati-hati dalam menjalankan tugas. Menyusul kasus yang menimpa Wahyu Setiawan. “Kami berharap seluruh anggota KPU, Pak Arief Budiman dan kawan-kawan, termasuk Pak Raka, hati-hati. Integritas harus tetap dijaga," tegas Ahmad.



Sumber: Suara Pembaruan