Kehadiran Raka Sandi Akan Warnai Komposisi Komisioner KPU

Kehadiran Raka Sandi Akan Warnai Komposisi Komisioner KPU
Ilustrasi KPU ( Foto: Beritasatu.com )
Carlos KY Paath / FER Selasa, 11 Februari 2020 | 15:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sosok I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dinilai akan mewarnai komposisi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). Raka Sandi dinilai memiliki pengalaman dan rekam jejak mumpuni terkait dengan kepemiluan.

Ini Komisioner KPU Pengganti Wahyu Setiawan

"Raka Sandi sendiri adalah sosok yang punya pengalaman panjang dalam penyelenggaraan pilkada (pemilihan kepala daerah) dan pemilu,” kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini kepada Beritasatu.com, Selasa (11/2/2020).

"Beliau dua kali sebagai anggota KPU Bali, dan pernah juga menjabat ketua KPU Bali, lalu sekarang anggota Bawaslu. Jadi dari sisi akademik, pengalaman, ya cukup menopang, keberadaan beliau untuk menjadi anggota KPU," tambah Titi.

Titi menuturkan, komisioner KPU periode 2017-2022 mayoritas berasal dari Indonesia bagian barat. "Saya kira beliau yang berasal dari Indonesia tengah akan mewarnai komposisi anggota KPU. Memperkaya strategi dan pendekatan KPU dalam optimalisasi penyelenggaraan pilkada,” ujar Titi.

Seperti diketahui, Raka menggantikan posisi mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan yang menjadi tersangka kasus dugaan suap pergatian antarwaktu (PAW) anggota DPR. Saat seleksi KPU pada 2017, Raka menempati urutan kedelapan dari 14 calon anggota KPU.

Komisi II Rapat Internal Pergantian Wahyu Setiawan

Raka mendapatkan dengan 21 suara setelah Pramono Ubaid Tanthowi (55 suara), Wahyu Setiawan (55 suara), Ilham Saputra (54 suara), Hasyim Asy’ari (54 suara), Viryan (52 suara), Evi Novida Ginting Manik (48 suara), dan Arief Budiman (30 suara).

Menurut Titi, KPU tetap dapat melaksanakan kinerja secara kolektif kolegial oleh enam anggota sekarang. Hanya saja optimalisasi kerja, lanjut Titi, tidak bisa dilakukan dengan sempurna akibat satu posisi yang kosong.

"Jadi kenapa komposisi tujuh anggota di KPU? Karena ada distribusi beban kerja yang sudah diperhitungkan dalam mengatur dan melaksanakan penyelenggaraan pemilu. Semakin lama pengisian, maka semakin berdampak pula terhadap optimalisasi kerja-kerja KPU,” kata Titi.

Titi berharap proses PAW atas Wahyu segera rampung. Artinya, Raka semestinya perlu dilantik dalam waktu dekat, apalagi mekanisme sudah terang benderang. Merujuk Undang-undang (UU) Nomor 7/2017 tentang Pemilu, Pasal 37 ayat 4 yang mengatur PAW anggota KPU.

"Presiden dan DPR mestinya proaktif dan menyegerakan proses PAW anggota KPU. Sebab persiapan Pilkada Serentak 2020 memerlukan soliditas dan kemampuan organisasi untuk mengimplementasikan secara maksimal segala persiapan yang ada,” ucap Titi.





Sumber: Suara Pembaruan