Jelang Kongres PAN, Zulhas Calon Ketua Umum Favorit

Jelang Kongres PAN, Zulhas Calon Ketua Umum Favorit
Zulkifli Hasan. (Foto: Antara)
Jaja Suteja / JAS Rabu, 5 Februari 2020 | 16:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Amanat Nasional (PAN) akan menggelar Kongres ke V di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 10-12 Februari mendatang, salah satu agendanya ialah menentukan calon Ketua Umum periode 2020-2025.

Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Rizki Aljupri menyatakan ada beberapa kandidat caketum yang muncul di antaranya, Zulkifli Hasan, Dradjad Wibowo, Asman Abnur hingga Mulfachri Harahap. Menurut, Rizki, sebagian besar memfavoritkan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjadi ketua umum PAN.

“Ya kalau kita mau bicara apa adanya memang Pak Zul paling diunggulkan dari sisi jumlah pemegang suara, karena pemegang suara itu kan sekali lagi hanya Ketua DPW, sekretaris DPW dan ketua DPD,” ujar Rizki, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Rizki menambahkan, Zulkifili Hasan sudah mengantongi dukungan lebih dari 400 suara dari total 590 pemilik hak suara. Masing-masing sudah memberikan surat dukungan yang ditandatangi oleh pemegang hak suara langsung dan distempel basah (DPW dan DPD).

Rizki membeberkan dukungan terhadap Zulkifli Hasan tidak sekadar klaim, sebab dirinya bersama tim yang menginventarisasi dan memegang salinan dukungan dari para pemilik suara. “Memang real apa adanya. Ya kalau misalkan tiap wilayah ada satu atau dua daerah yang enggak mendukung Pak Zul ya enggak apa-apa, kita kan demokrasi. Cuma ini hampir rata-rata mendukung Pak Zul,” ulas Rizki.

Selain itu, dalam isi surat dukungan tersebut, jika ada klaim dukungan untuk calon ketua umum selain Zulhas menurut Rizki tidak benar. “Mereka juga menyatakan bahwa jika ada suara dukungan untuk calon lain itu enggak benar, dinyatakan tidak berlaku, jadi hanya satu untuk Pak Zul yang berlaku bunyi dukungannya seperti itu,” urainya.

Melihat dukungan terhadap Zulkfili Hasan yang lebih dari 80 persen suara, Rizki menilai ada potensi untuk bisa aklamasi sangat besar. “Demi meminimalisasi terjadinya perpecahan, ada baiknya ya memang aklamasi,” beber Rizki.

Namun, Rizki juga mempersilakan jika memang calon-calon lain ingin tetap menghendaki adanya voting dalam pemilihan Ketua Umum, yang pada prinsipnya dilihat sebagai proses demokrasi. “Yang penting Pak Zul berpesan agar tidak terjadi perpecahan ke depannya tetap solid,” terang Rizki.

Terkait pesaing Zulhas dari tiga kandidat caketum lainya, seperti Dradjad Wibowo, Asman Abnur hingga Mulfachri Harahap, ia menganggap ketiganya merupakan kader terbaik PAN.

Dari tiga kandidat tersebut, Rizki menceritakan Zulkifli Hasan memiliki kedekatan historis dengan Asman Abnur. Selain itu Asman Abnur juga cukup dihormati kader-kader di daerah.

“Itu memang ada Pak Asman Abnur karena kan Pak Asman seperti yang kita ketahui pernah jadi menteri di era kabinet Pak Jokowi dan beliau satu-satunya kader PAN saat itu yang jadi menteri di era Pak Jokowi,” kata Rizki.

Kemudian secara historis, Asman Abnur pernah berkerja bersama dengan Zulkifli Hasan dalam kepengurusan PAN saat dinakhodai Sutrisno Bachir. “Saat ketua umum PAN nya Pak Sutrisno Bachir, waktu itu Pak Zul jadi sekjen dan bendahara umumnya Pak Asmna Abnur jadi mereka berdua memang memiliki kedekatan historis. Jadi ya Pak Zul suka bercanda, 'Wah sekarang kok melawan Pak Asman sahabat saya sendiri,'” urainya.

Sementara itu soal caketum lainnya seperti Mulfachri Harahap, Rizki melihat para kader memandangnya karena faktor adanya dukungan dari Amien Rais. Namun menurutnya untuk sosok Mulfachri belum saatnya menjadi ketua umum. “Karena sebagai bukti hampir di setiap kunjungan ke daerah-daerah selalu yang lebih vokal terhadap pencalonan itu Amin Rais,” Tukas Rizki.



Sumber: BeritaSatu.com