Sandi Tak Mendukung Menantu Presiden di Pilwalkot Medan 2020

Sandi Tak Mendukung Menantu Presiden di Pilwalkot Medan 2020
Bobby Nasution mengembalikan formulir pendaftaran menjadi calon Walkot Medan periode 2020-2025 ke DPD Partai Golkar Medan pada Jumat (13/12/2019). ( Foto: Beritasatu TV )
Arnold H Sianturi / CAH Sabtu, 18 Januari 2020 | 08:30 WIB

Medan, Beritasatu.com - Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Sandiaga Uno sudah menjatuhkan pilihan untuk calon Wali Kota Medan, untuk pilkada 2020 di Medan. Mantan Calon Wakil Presiden pasangan Prabowo Subianto ini tidak menyebut nama menantu Presiden Joko Widodo.

Sandiaga Uno menentukan pilihan untuk mendukung Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga (kader Gerindra), maju sebagai calon Wali Kota Medan. Selain sudah mendaftar di Gerindra, Ihwan Ritonga juga sudah mendaftar ke partai lainnya. Bobby Nasution juga sudah mendaftar ke Gerindra, PDIP dan partai lain.

"Saya minta kepada Pak Ihwan supaya lebih sering turun ke masyarakat. Masyarakat mengharapkan beliau bisa mendengar asprasi masyarakat. Turun ke bawah dan dengar keluhan-keluhan masyarakat, tentang lapangan pekerjaan, ekonomi maupun kenaikan harga," ujar Sandi di Medan, Jumat (17/1/2020).

Pengamat: Gibran Kuat di Solo, Bobby Lemah di Medan

Secara terpisah, pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Warjio menyampaikan, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Afif Nasution, dengan Doly Sinomba Siregar sebagai besan Jokowi, maupun calon kepala daerah, harus memiliki kriteria dengan gagasan visioner, tegas dan harus terbebas dari persoalan etika hukum bila diusung dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada), September 2020 mendatang.

"Suami Kahiyang Ayu maupun pamannya yang notabene besan Presiden Jokowi tersebut, bisa dipilih masyarakat saat pilkada. Potensi melaksanakan pembangunan untuk memajukan daerah yang dipimpin, bisa terwujud bila mereka miliki kriteria itu," ujar Warjio.

Untuk memajukan suatu daerah, kata Warjio, Bobby Nasution maupun pamannya, Doly Sinomba Siregar, akan memiliki sebuah tantangan yang tidak ringan. Mereka juga harus bisa meminggirkan tuntutan dari elite partai politik (parpol) maupun kelompok pendukung dirinya saat pilkada. Keberanian ini dibutuhkan jika menangi pilkada dan mewujudkan pembangunan.

"Untuk mendapatkan dukungan dari elit partai ini, Bobby maupun besan Jokowi berikut calon lainnya, harus mampu mengkomunikasikan pesan - pesan politik pembangunan yang dia sampaikan dengan meminggirkan segla tuntutan elit partai maupun kelompok pendukung. Mereka tidak boleh terjebak dalam kepentingan bila ingin memajukan daerah," katanya.

Menantu Jokowi Bertemu Prabowo, Gerindra: Itu Komunikasi Politik yang Wajar

Selain memiliki visioner, sambung Warjio, setiap calon harus memiliki ketegasan dalam memimpin. Sehingga, calon yang dipilih dapat menggunakan kekuasaan itu untuk kepentingan masyarakat luas, dan bukan untuk kelompok maupun partai politik. Masyarakat tidak menginginkan calon pemimpin yang tersandera kepentingan elit partai maupun lainnya.

"Setiap calon pun harus terbebas dari persoalan apapun terkait dengan etika dan hukum. Jika ini masih melekat di dalam diri calon, maka upaya - upaya pendongkelan ketika orang bersangkutan terpilih, ini akan terus dilakukan sehingga akan menghambat proses pembangunan yang akan dijalankan itu. Masyarakat membutuhkan idealisme pemimpin partai sebagai pengambil keputusan," jelasnya.

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Demokrat menggagas terbentuknya poros baru dalam kontestasi Pilkada Medan. Ketiga partai ini mendorong adanya tokoh baru dalam memimpin Kota Medan. Namun, ketiga partai ini belum memutuskan nama calon yang akan diusung saat pilkada.

"Silaturahmi ini untuk mewujudkan kebersamaan agar Pilkada Medan berjalan dengan sukses. Kesuksesan ini dengan menentukan calon yang akan didukung. Kita akan menjaring calon terbaik yang pantas memimpin Kota Medan," ujar Ketua DPC Demokrat Medan Burhanuddin Sitepu.

Gibran dan Bobby Maju Pilkada, Jokowi: Bisa Menang Bisa Kalah

Menurutnya, silaturahmi ketiga parpol ini akan berjalan berkesinambungan. Putra terbaik yang memiliki ketokohan dan mumpuni di masyarakat, akan menjadi prioritas untuk didukung. Sebab, PDI Perjuangan dan Gerindra sudah memenuhi persyaratan untuk bisa mengusung calon yang akan diusung dalam kontentasi pesta demokrasi.

"Suasana silaturahmi antartiga partai ini berjalan dengan baik dan memenuhi semangat kebersamaan. Kita belum ada membicarakan tentang spesifik kandidat yang akan dipilih. Namun, kita menginginkan yang terbaik untuk memimpin Kota Medan. Pilihan kita harus putra terbaik," sebutnya.

Cabup Tapsel

Di lokasi terpisah, besan Jokowi, Doly Sinomba Siregar, sudah mendaftarkan diri ke Partai Golkar sebagai bakal calon Bupati di Tapanuli Selatan (Tapsel). Doly maju dalam kontestasi pilkada untuk bisa melaksanakan pembangunan dengan memajukan daerah yang sudah menjadi perhatian pemerintah pusat tersebut.

"Memang benar, saya sudah mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Tapsel. Semoga masyarakat dapat menerima kehadiran saya yang ingin memajukan daerah ini. Saya akan berjuang keras untuk mewujudkan keinginan masyarakat, melaksanakan pembangunan dan meningkatkan sumber saya manusia (SDM) di sana," katanya.

Menurutnya, keluarga besar sudah memberikan restu atas pencalonan dirinya, termasuk dari kahanggi (saudara semarga), Joko Widodo, untuk maju dalam meningkatkan pembangunan di Tapsel. Dukungan terhadap Doly jika berhasil menangi pilkada akan mempermudah menyinkronkan program pemerintah pusat di daerah.



Sumber: Suara Pembaruan