KPU Sebut PDIP Lakukan Dua Kesalahan Soal PAW Riezky Aprilia

KPU Sebut PDIP Lakukan Dua Kesalahan Soal PAW Riezky Aprilia
Pramono Ubaid Tanthowi. ( Foto: Antara )
Aichi Halik / AHL Senin, 13 Januari 2020 | 18:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi menyebut ada dua kesalahan yang dilakukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait permohonan pergantian antarwaktu (PAW) Caleg PDI Perjuangan Dapil Sumsel I yang kini berujung ke meja penyidik KPK.

Kesalahan tersebut terkait permohonan PDIP ke KPU untuk menggantikan Riezky Aprilia selaku caleg terpilih dengan Harun Masiku.

"Jadi dari sisi prosedur tidak tepat, dari sisi subtansi juga tidak tepat. Itu yang membuat kenapa KPU tidak memenuhi permohonan partai tersebut," kata Pramono di kantor Sementara KPU di mess Bank Indonesia, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).

Lebih rinci, Pramono menjelaskan kesalahan PDIP dari sisi prosedural ialah mengajukan permohonan PAW tidak lewat pimpinan DPR, melainkan langsung ke KPU.

"Dari sisi prosedur apa yang dilakukan teman-teman di partai itu tidak benar karena harusnya kami menerima suratnya dari pimpinan dewan bukan dari partai (PDIP)," imbuh Pramono.

Padahal, menurut Peraturan KPU 3/2019 dan UU Pemilu 7/2017, prosedural untuk mem-PAW-kan caleg terpilih yang sudah ditetapkan oleh KPU ialah lewat DPR. Berbeda dengan mem-PAW-kan caleg terpilih yang belum ditetapkan KPU, bisa dikirimkan permohonannya kepada KPU.

Kemudian untuk kesalahan dari segi substansi, kata Pramono, PDIP juga telah salah memaknai aturan PAW yang diberlakukan di dalam aturan.

"Lalu kedua, dari sisi substansi kalaupun misalnya Riezky Aprillia itu mau di-PAW, maka yang berhak bukan nomor urut perolehan suara terbanyak kelima, tapi nomor yang berikutnya yakni Hermadi Jufri," ucap Pramono.



Sumber: BeritaSatu TV