SBY: Ekonomi Jadi Masalah dan Tantangan

SBY: Ekonomi Jadi Masalah dan Tantangan
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ( Foto: Antara/Teresia May )
Carlos KY Paath / AO Rabu, 11 Desember 2019 | 23:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, permasalahan dan tantangan yang mengemuka saat ini adalah perekonomian. Seluruh pihak harus sungguh memberikan perhatian dan berupaya sekuat tenaga untuk mengatasinya.

“Jika ekonomi menurun, apalagi memburuk, rakyat yang paling terkena dampaknya, terutama rakyat golongan miskin dan kurang mampu, yang jumlahnya puluhan juta di negeri kita. Sebaliknya, jika ekonomi kita meningkat, taraf hidup rakyat akan meningkat pula,” kata SBY saat menyampaikan pidato refleksi pergantian tahun 2019 bertema "Indonesia 2020, Peluang, Tantangan dan Harapan" di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (11/12/2019).

“Kami mengetahui, pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk mengatasi permasalahan ekonomi kita, termasuk menjaga pertumbuhan, fundamental, dan aspek-aspek ekonomi makro lainnya. Kami amati, sebagian upaya itu berhasil dengan baik, sebagian belum,” ujar SBY.

Pada 2020 dan tahun-tahun mendatang, menurut SBY, ekonomi global dan kawasan diperkirakan dalam keadaan tidak baik. Banyak yang menyebut dunia akan mengalami resesi ekonomi. Artinya, pertumbuhan akan melambat atau tumbuh rendah.

Keadaan ini akan berdampak negatif dan makin membebani ekonomi Indonesia. Karenanya, lanjut SBY, Indonesia tidak cukup hanya berjaga-jaga atau hanya siap untuk melakukan antisipasi dan adaptasi semata.

“Kita harus sangat serius dalam upaya mengurangi dampak buruk resesi dunia itu terhadap ekonomi kita. Sangat berbahaya kalau kita lalai dan bersikap business as usual,” kata Presiden ke-6 tersebut.

SBY menuturkan, Demokrat mengetahui bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk “mengamankan” ekonomi pada 2020. Demokrat juga mengikuti postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 dan berbagai kebijakan yang dijalankan.

“Demokrat senang dan memberikan apresiasi yang tinggi untuk itu. Demokrat tidak ingin, dan tentu juga rakyat kita, perkiraan Bank Dunia tentang ekonomi kita menjadi kenyataan. Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak serendah yang diperkirakan World Bank, yaitu 4,9%,” kata SBY.

"Dalam forum ini, kami menyampaikan hal-hal untuk diwaspadai oleh pemerintah. Tujuan kami sama dengan tujuan pemerintah. Ekonomi kita selamat, di kala ekonomi dunia sedang tidak cerah, bahkan tetap tumbuh dengan baik,” ujar SBY.

Menurut dia, pemerintah memerlukan mitra yang berkata jujur dan apa adanya. “Serta, mitra yang siap membangun sinergi dan kerja sama yang baik. Kerja sama untuk kepentingan rakyat yang sama-sama kita cintai,” tegas SBY.

Dari semua permasalahan dan tantangan ekonomi saat ini, Demokrat hanya ingin berfokus pada lima isu. Pertama, menyangkut pertumbuhan ekonomi. Kedua, pengangguran dan lapangan kerja. Ketiga, daya beli dan perlindungan sosial untuk rakyat. Keempat, kebijakan fiskal, termasuk utang negara. Kelima, rencana pemindahan dan pembangunan ibu kota baru.



Sumber: Suara Pembaruan