Pesan Mega Untuk Pimpinan DPRD PDIP, Jangan Mabuk Kekuasaan

Pesan Mega Untuk Pimpinan DPRD PDIP, Jangan Mabuk Kekuasaan
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Sekjen Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Sri Rahayu bersama para pimpinan DPRD dari partai itu. Megawati dan Hasto memberi arahan pada Sekolah Pimpinan Dewan Tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota Gelombang II di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/12/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Markus Sihaloho )
Markus Sihaloho / WBP Jumat, 6 Desember 2019 | 21:35 WIB

Depok, Beritasatu.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan para pimpinan dewan dari partainya untuk tidak mabuk kekuasaan. Mega minta untuk terus melatih diri dan mempraktikkan prinsip kedisiplinan, dan dekat dengan rakyat. Hal itu diungkapkan Megawati di hadapan ratusan pimpinan dewan dari PDIP yang mengikuti Sekolah Pimpinan Dewan tingkat provinsi, kabupaten/kota gelombang kedua di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/12/2019).

Megawati mengatakan PDIP kini menempatkan kadernya, yakni Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden untuk periode kedua. Di legislatif, untuk pertama kalinya PDIP mendudukkan kadernya sebagai ketua DPR. "Memang benar itu semua. Terus kita jadi lupa diri dan mabuk kuasa?" kata Megawati.

Mabuk kuasa yang dimaksud Megawati adalah karena berkuasa, maka sesukanya menggunakan anggaran negara untuk kepentingan pribadi atau kegiatan yang tak berguna.

Menurutnya, berpartai memang berarti mengorganisasi rakyat. Namun, mengorganisasi rakyat bukan berarti segala sesuatunya dilihat transaksional. "Tolong dengan segala hormat, anda pasti punya keluarga. Kalau beragama, tolong ingat anda adalah kepala keluarga. Apa anda tak mikir ya, kalau mulai ditangkap, muka mulai dicoreng. Ya istri lah, anak lah. Aduh.. anaknya pergi bareng temannya, dibilang bapak lu korupsi ya? Mau teriak ke siapa kalau sudah begitu? Kalau sudah terbukti korupsi, tetap saja masuk penjara," beber Megawati.

Megawati mengingatkan semua kader PDIP bahwa pengetahuan harus digunakan untuk kebaikan.  "Pengetahuan itu ada dua. Pengetahuan bisa digunakan untuk kebaikan, bisa juga digunakan untuk kejahatan," kata Megawati.

Pimpinan DPRD merupakan penentu politik dan budgetting. "Maka kalian harus mengontrol diri. Kunci utamanya adalah di pengendalian diri dan hati," tukas Megawati.

Secara khusus untuk kader yang baru pertama kali menduduki kursi pimpinan dewan di daerah, Megawati mengingatkan tak ada ampun bagi yang tak mampu mewujudkan prinsip-prinsip itu.  "Begitu ada diindikasikan, apalagi kalau sudah ditangkap, saya tak mau pikir panjang. Saya minta Sekjen agar segera dipecat. Jangan sampai nila setitik rusak susu sebelanga," tegas Megawati.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang mendampingi Megawati, menambahkan bahwa pesan utama dari sang ketua umum adalah agar para pimpinan dewan lebih berdisiplin.  "Kita harus mengubah diri kita menjadi lebih baik sebelum kita ingin mengubah masyarakat menjadi lebih baik, mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Maka kader PDI Perjuangan harus meningkatkan kualitas diri," kata Hasto.

Para pimpinan dewan juga harus bertanggung jawab dengan menyediakan waktunya untuk turun ke masyarakat. "Kemenangan di dua pemilu ini berarti PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab kemajuan masa depan Indonesia," tandasnya.

Di acara itu, sebanyak 227 pimpinan DPRD tingkat propinsi dan kabupaten/kota dari berbagai wilayah di Indonesia hadir. Pelaksanaan Sekolah Partai gelombang II itu hanya berselang belasan hari dari gelombang I yang juga dihadiri Megawati dan Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com