Hasil Rakornas PKS: Tegaskan Jadi Oposisi dan 60% Kemenangan Pilkada 2020

Hasil Rakornas PKS: Tegaskan Jadi Oposisi dan 60% Kemenangan Pilkada 2020
Kegiatan kampanye kreatif PKS pada Pemilu 2019 di Jakarta, Minggu (10/3/2019). ( Foto: istimewa / istimewa )
Yustinus Paat / WBP Minggu, 17 November 2019 | 07:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) rampung menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2019 yang dihadiri unsur Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) dan Pimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Indonesia pada Kamis (14/11/2019) hingga Sabtu (16/11/2019).

Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal menjelaskan, Rakornas 2019 menghasilkan enam keputusan strategis terkait situasi bangsa saat ini Pertama, berkomitmen berjuang di luar pemerintahan dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Sikap politik ini dilandasi pemikiran bahwa PKS berkomitmen menjaga etika kepantasan dalam berdemokrasi.

"Dengan merawat demokrasi agar tetap sehat dan berjalan di atas rel yang benar dengan memperkuat fungsi check and balances, serta menjadi penyambung lidah rakyat Indonesia," ujar Mustafa Kamal saat membacakan Hasil Rakornas PKS 2019 di Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Meski Diundang Istana, PKS Tetap Oposisi

Kedua, berkomitmen memperjuangkan terealisasinya janji-janji politik PKS pada Pemilu 2019 yakni membebaskan pajak sepeda motor berkapasitas mesin kecil, SIM berlaku sekali seumur hidup, membebaskan pajak penghasilan untuk masyarakat berpenghasilan kurang dari Rp 8 juta dan memperjuangkan RUU Perlindungan Ulama, Tokoh Agama dan Simbol Agama-Agama, dan kebijakan publik strategis prioritas lainnya, bekerja sama dengan seluruh elemen bangsa.

"Ketiga, PKS berkomitmen terus menjaga dan mengamalkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai konsensus-konsensus dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata Mustafa Kamal.

Anies Baswedan: Lagi Musim Pelukan, PKS Mainkan Peran Persatuan

Mustafa Kamal menegaskan, tidak ada tempat bagi separatisme, komunisme, radikalisme, terorisme, dan seluruh ideologi yang bertentangan dengan konsensus-konsensus dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. "Dalam hubungan dengan ini, PKS mendeklarasikan Sekolah Cinta Indonesia, yang diperuntukkan bagi anggota partai dan masyarakat umum, yang diselenggarakan di kantor-kantor partai, dari pusat sampai ke daerah," papar politisi asal Palembang ini.

Keempat, menjadikan tahun 2020 sebagai tahun perekrutan anggota baru partai secara terbuka kepada masyarakat yang ingin bergabung bersama PKS di seluruh kantor-kantor PKS di seluruh Indonesia.

Mustafa mengungkapkan, PKS berkomitmen untuk menjadi partai pelopor dalam melayani, memberdayakan dan membela kepentingan rakyat Indonesia tanpa membedakan-bedakan latar belakang suku, agama, ras, adat dan pilihan politiknya.

"Rakornas 2019 mengukuhkan PKS sebagai partai kader yang berbasis massa yang terbuka terhadap bergabungnya tokoh-tokoh bangsa dengan membentuk Dewan Pakar dan/atau Dewan Kehormatan dari tingkat pusat sampai dengan kabupaten/kota," papar Mustafa Kamal.

Kelima, PKS berkomitmen memenangkan kompetisi Pilkada 2020 dengan cara bermartabat dan penuh keberkahan, menolak segala bentuk politik uang, ujaran kebencian, berita bohong, politisasi SARA, intervensi aparat dan pemerintah, dan segala bentuk kecurangan dan pelanggaran baik yang bersifat yuridis maupun etis.

"PKS mencanangkan target pemenangan 60 persen Pilkada serentak di 270 kabupaten/kota pada 2020 dan siap bekerja sama dengan seluruh partai politik dan elemen masyarakat guna mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia," urai Mustafa Kamal.

Keenam, memperkuat sistem organisasi partai melalui good party governance untuk mengukuhkan pelayanan kepada rakyat, dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) partai agar memiliki kapasitas, kualitas dan komitmen yang lebih baik.



Sumber: BeritaSatu.com