Surya Paloh Jelaskan Kenapa Tak Bisa Ingkar dari Jokowi

Surya Paloh Jelaskan Kenapa Tak Bisa Ingkar dari Jokowi
Presiden Joko Widodo (kiri) berpelukan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) saat menghadiri penutupan Kongres Kedua Partai Nasdem dan HUT ke-8 Partai Nasdem di Jakarta International Teathre, Jakarta,11 Nov. 2019. ( Foto: ANTARA / Indrianto Eko Suwarso )
Heru Andriyanto / HA Sabtu, 16 November 2019 | 06:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menjadi sumber pemberitaan politik beberapa pekan terakhir karena pelukannya dengan Sohibul Iman dan lontarannya soal oposisi, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan bahwa pada dasarnya dia dan partainya tetap pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang paling setia.

Bahkan meskipun tidak diberi jabatan jaksa agung dan "hanya" mendapat jatah tiga menteri di kabinet.

Dalam wawancara eksklusif bersama Beritasatu TV tayang Jumat (15/11/2019) malam, Surya menegaskan tidak masalah berapa pun jumlah kursi kabinet yang diberikan, karena dukungan Partai NasDem kepada pemerintah adalah "tanpa syarat".

"Ini bukan masalah puas tidak puas, tapi kami amat mensyukuri karena dukungan tanpa syarat itu tidak sekedar lip service (pemanis bibir)," kata Surya dalam program "Special Interview with Claudius Boekan".

"Jangankan tiga (menteri), dua saja saya anggap tidak ada masalah,"

Menurut pemilik Metro TV tersebut tugas terbesar NasDem saat pemilu adalah memastikan Jokowi kembali menjabat untuk melanjutkan dan menuntaskan berbagai program pembangunan yang sudah dimulai pada periode pertama.

"Kita mau melihat progress pembangunan negeri ini berjalan lebih cepat, lebih berarti, lebih baik. Kita membutuhkan pemerintahan yang kuat dan solid. Nggak ada artinya kenaikan kursi DPR yang dimiliki NasDem dua-tiga kali kelipatan kalau presidennya bukan Jokowi," kata Surya.

Jabatan jaksa agung yang tidak lagi dipegang oleh kader NasDem juga sama sekali tidak mempengaruhi sikap NasDem terhadap presiden, ujarnya.

Surya mengindikasikan bahwa NasDem tidak pernah memohon presiden untuk diberi jabatan jaksa agung, baik sekarang atau pada periode pertama dulu.

"Saya punya pride (harga diri). Apa yang perlu dipertaruhkan NasDem di situ? Apa yang bisa diberikan dari jabatan jaksa agung?" ulasnya.

Ketika HM Prasetyo ditunjuk sebagai jaksa agung dulu, NasDem juga langsung memberhentikannya dari struktur partai, kata Surya.

Hubungan Batin dengan Jokowi
Surya menegaskan bahwa sebagai pendukung pemerintah, NasDem akan tetap bersikap kritis dan dia tidak hendak menjadi "yes man" bagi presiden.

Namun demikian, dia menegaskan sampai saat ini hubungannya dengan presiden sangat baik, karena dia dan Jokowi saling memahami dan bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Saat ditanya apa kelebihan Jokowi menurut pandangannya, Surya menjawab: "Banyak hal. Kerendahan hatinya saja sudah (suatu) kelebihan menurut saya."

"Dengan jabatannya sebagai seorang presiden masih bisa bersikap cukup humble (sederhana) seperti ini. Nggak banyak (yang seperti) itu, orang naik pangkat dari lurah menjadi camat saja dia sudah berubah. Dia (Jokowi) dari wali kota jadi presiden, karakternya tidak berubah," kata Surya.



Sumber: BeritaSatu TV