Penghitungan Suara Pemilu

KPU Usulkan Rekap Elektronik

KPU Usulkan Rekap Elektronik
Ketua KPU Arief Budiman ( Foto: Beritasatu TV )
Carlos KY Paath / AB Senin, 11 November 2019 | 12:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan agar rekapitulasi penghitungan suara dilakukan secara elektronik (rekap elektronik). Hal tersebut akan memudahkan kerja anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

“Fakta Pemilu 2019, ada penyelenggara pemilu meninggal dunia. Kami sampaikan usulan agar bisa diantisipasi. Kami usulkan pakai rekap elektronik dan salinannya dalam bentuk digital,” kata Ketua KPU Arief Budiman seusai melaporkan hasil evaluasi Pemilu 2019 kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/11/2019).

“Pemilu 2019, KPPS tulis ratusan lembar. Kami usulkan salinan dalam bentuk digital,” ucap Arief.

Menurutnya, formulir C-1 di-scan dan hasilnya didistribusikan jaringan elektronik untuk seluruh peserta pemilu. Arief juga optimistis akan terjadi penghematan apabila rekap elektronik dan salinan data digital bisa diterapkan pada pemilu mendatang.

“Kalau rekapitulasi penghitungan suara langsung dikirim ke pusat, penghematannya sngat besar. Pemilu juga ramah lingkungan. Kami juga usulkan ada pemutakhiran data pemilih berkelanjutan,” ujarnya.

Arief menambahkan peserta pemilu juga perlu diberi perangkat elektronik untuk menyimpan data partai politik, kepengurusan, alamat kantor, dan lain sebagainya. Apabila terjadi perubahan data, bisa langsung diubah melalui sistem yang terkoneksi.



Sumber: Suara Pembaruan