Dokter Terawan Tidak Persoalkan Manuver IDI

Dokter Terawan Tidak Persoalkan Manuver IDI
Kepala Rumah Sakit Pusat TNI AD Gatot Soebroto Mayjend TNI dokter Terawan Agus Putranto meninnggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Novy Lumanauw / JAS Rabu, 23 Oktober 2019 | 14:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto tidak mempersoalkan manuver yang dilakukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait pengangkatannya sebagai menteri kesehatan pada Kabinet Indonesia Maju.

“Ya, tidak apa-apa. Kan, namanya juga jabatan politik, ada yang menerima dan ada yang menolak. Itu hal biasa,” kata Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Presiden Jokowi melantik Terawan sebagai menteri kesehatan periode 2019-2024.

Ia mengaku di tengah kesibukannya sebagai Menkes, tetap mengabdikan diri sebagai dokter yang setia melayani para pasien.

“Saya tetap dokter yang akan membantu masyarakat. Di mana pun saya berada siap memberikan konsultasi. Saya masih bisa. Saya mau menolong. Mana mungkin ada situasi emergency tidak saya tolong. Pasti harus menolong,” kata Menkes.

Belakangan ini beredar surat dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang meminta Presiden Jokowi untuk tidak mengangkat Terawan sebagai menteri kesehatan karena terkena sanksi.

Surat bertanggal 30 September 2019 yang ditujukan kepada Presiden Jokowi, ditandatangani Ketua MKEK Dr Broto Wasisto, DTM&H, MPH.

Sanksi itu tertera dalam Keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran PB I Dl No.009320/PB/MKEK-Keputusan/07J201 I tanggal 12 Februari 2018.



Sumber: Investor Daily