Jokowi Perlu Tim Ekonomi yang Sanggup Berikan Pertumbuhan Ekonomi 7,5%-8%

Jokowi Perlu Tim Ekonomi yang Sanggup Berikan Pertumbuhan Ekonomi 7,5%-8%
Presiden RI Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana beserta anak-anak menjawab pertanyaan wartawan saat keluar dari pintu samping Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Asni Ovier / AO Senin, 21 Oktober 2019 | 13:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Gede Sandra memandang mungkin saja pendapatan perkapita Rp 324 juta/tahun pada 2045 bisa dicapai, seperti harapan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tetapi, dengan syarat mutlak, Presiden tidak bisa lagi menggunakan tim ekonomi kabinet periode lalu, yang telah terbukti hanya sanggup memberikan pertumbuhan ekonomi 5%,” tutur Gede di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Seperti diketahui, setelah bersumpah dan dilantik MPR, Presiden Jokowi menyampaikan pidato awal masa jabatanya di hadapan Sidang Paripurna MPR, Minggu (20/10/2019). Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pada 2045, seabad Indonesia Merdeka, Indonesia harus telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah.

“Cita-cita kita pada 2045 Indonesia menjadi negara maju dengan pendepatan per kapita Rp 324 juta/tahun atau Rp 27 juta/bulan. Itu yang menjadi target kita,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden juga menegaskan bahwa pada 2045, produk doomestik bruto (PDB) Indonesia harus bisa mencapai US$ 7 triliun dan menjadi negara lima besar ekonomi dunia dengan kemiskinan nol persen.

“Kita harus menuju ke sana. Kita sudah kalkulasi target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk dicapai. Semua tidak datang otomatis dengan mudah, tetapi harus disertai kerja keras. Kita harus kerja cepat. Harus disertai kerja produktif bangsa kita,” tegasnya.

Menanggapi optimisme Presiden Jokowi tersebut, Gede mengatakan, dirinya sudah melakukan simulasi perhitungan. Dengan asumsi pertumbuhan penduduk sebesar 1,1% per tahun, maka untuk dapat mencapai pendapatan perkapita Rp 324 juta per tahun maka pertumbuhan ekonomi harus di kisaran 7,5% hingga 8% setiap tahun sejak 2019 hingga 2045 atau selama 26 tahun.

“Karena, bila pertumbuhan ekonomi kita lagi-lagi hanya stabil di 5%, maka pada 2045 pendapatan perkapita kita hanya Rp 156 juta/tahun. Hanya separuh dari mimpi Pak Jokowi,” kata Gede.

Demi mewujudkan cita-cita sesuai pidatonya tadi, Gede menyarankan Presiden Jokowi agar benar memilih ekonom yang sanggup dan berpengalaman untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi antara 7,5% hingga 8%. Jangan ada lagi tempat di kabinet bagi ekonom yang sudah berpuas diri hanya dengan pertumbuhan 5%.



Sumber: Suara Pembaruan