Istana Tidak Gelar Acara Setelah Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Istana Tidak Gelar Acara Setelah Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan sejumlah Menteri dalam acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Negara, Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / YUD Sabtu, 19 Oktober 2019 | 09:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pihak Istana Kepresidenan tidak menggelar penyambutan setelah pelantikan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden (wapres) periode 2019-2024, di Gedung Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Demikian juga acara lain seusai Jokowi-Ma'ruf mengucapkan sumpah.

"Sesudah acara pelantikan tidak ada acara di Istana. Penyambutan di Istana, tidak ada acara apa apa," kata Kepala Sekretariat Presiden (Setpres) Heru Budi Hartono kepada Beritasatu.com, Sabtu (19/10/2019).

Pada bagian lain, menurut Heru, Jokowi dan Ma'ruf akan berangkat masing-masing menuju Gedung Parlemen. "Tidak (berangkat bersama). Masing-masing," imbuh Heru.

Sekadar diketahui, Presiden Jokowi meminta acara Syukuran Inagurasi Presiden dan Wapres pada 20 Oktober yang digagas relawan untuk dibatalkan. Sebab, Jokowi ingin langsung bekerja setelah dilantik.

"Bapak Presiden inginkan acara yang digagas relawan itu untuk tidak dilaksanakan secara berlebihan. Untuk itu tidak perlu ada acara karnaval dan seterusnya. Beliau inginkan segera bekerja. Tidak perlu ada sebuah euforia agar teman-teman yang menyiapkan tidak kecewa. Langsung bekerja itu yang ditunggu masyarakat," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Menurut Moeldoko, pada dasarnya Jokowi sangat mengapresiasi dan bangga atas berbagai upaya dari relawan dan segenap komponen masyarakat untuk mengadakan syukuran. Mulai dari karnaval dan parade budaya dengan melibatkan massa cukup besar. "Supaya jangan sampai nanti ada diskusi berkepanjangan, saya ajak teman-teman relawan bisa memahami. Intinya Bapak Presiden mau kerja saja," ucap Moeldoko.

Sementara itu, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi menuturkan, pihaknya memang menyiapkan penyambutan sama seperti 5 tahun lalu. "Kami sudah siapkan banyak hal pawai gajah dari Way Kambas, tarian dari seluruh Indonesia untuk semarakkan dan meriahkan acara hari Minggu. Tetapi, karena berbagai pertimbangan kita pahami, dengan berat hati kita tiadakan," kata Budi Arie.

"Kita pertimbangkan semangat dari Pak Presiden yang ingin perayaan berlangsung sederhana, penuh hikmat dan spirit Pak Presiden untuk pemerintahan ini langsung bekerja. Kita harus sambut positif."

Akan tetapi, Kegiatan syukuran atas dilantiknya Jokowi-Ma'ruf di beberapa daerah tetap dilaksanakan. Pembatalan hanya untuk acara syukuran di Jakarta.

"Acara di berbagai daerah tetap berjalan. Di Yogyakarta, sudah 100 persen persiapan. Begitu juga di Kuningan (Jawa Barat), Surabaya (Jawa Timur) dan beberapa tempat lain," kata Ketua Panitia Syukuran Inagurasi Presiden dan Wapres, Andi Gani Nena We



Sumber: Suara Pembaruan