PKB Yakin Jokowi Bijaksana dalam Menyusun Kabinetnya

PKB Yakin Jokowi Bijaksana dalam Menyusun Kabinetnya
Ilustrasi kabinet kerja ( Foto: Investor Daily/David Gita Roza )
Markus Junianto Sihaloho / JEM Selasa, 15 Oktober 2019 | 14:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyatakan pihaknya menyerahkan keputusan soal porsi kabinet, termasuk untuk yang baru seperti Partai Gerindra, kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). PKB meyakini Jokowi akan bijaksana dan mempertimbangkan benar siapa yang lebih dulu masuk dan belakangan hadir di koalisi pemerintahan.

Hal itu dikatakan Jazilul setelah tadi malam Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menerima tamunya yakni Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Dijelaskannya, dari pertemuan itu, Prabowo menyampaikan sama sekali tidak minta menteri. Prabowo juga tak meminta Muhaimin membantu lobi agar ada kader Gerindra diajak masuk ke kabinet.

"Pak Prabowo hanya menyampaikan Gerindra siap bekerja sama di dalam pemerintahan ataupun di luar pemerintahan. Jadi kalau urusan menteri urusan Pak Jokowi, bukan urusan Cak Imin. Tetapi kesepahaman penyamaan visi semua parpol itu ada," kata Jazilul, Selasa (15/10/2019).

Visi yang dimaksudnya adalah bahwa Presiden Jokowi adalah bukan presiden koalisi saja, tetapi presiden seluruh rakyat Indonesia, termasuk juga seluruh parpol di Indonesia. Nah selanjutnya bila menyangkut kabinet, pihaknya menyerahkan kepada Jokowi.

"Kalau urusan menteri gimana? Pasti prerogratif presiden. Dan presiden tahu mana yang sudah berjuang, mana yang tidak. Tetapi apapun itu, persatuan tidak boleh ditawar," katanya.

Diakuinya, Cak Imin sempat bicara soal makmum dan masbuk, yang berarti ada yang duluan dan ada yang di belakang. Artinya, kata Jazilul, memang yang datang belakangan semestinya duduk di belakang. Tak seharusnya duduk di depan.

"Nanti itu dipertimbangkan Pak Jokowi. Mana Maqmum yang sudah datang duluan. Kalau di kita yang datang duluan di baris pertama dapat unta. Yang datang belakangan ya dapat jatah belakangan," katanya sambil tersenyum.

Namun, kembali ditegaskan oleh Jazuli bahwa apapun keinginan yang ada, keputusan akhir berada di tangan Jokowi sebagai presiden. Dan pihaknya sangat menghargai Prabowo yang datang kepada pihaknya.

"Pak Prabowo ingin memastikan sikap beliau bahwa waktu kompetisi itu ada saatnya bersaing dan ada saatnya bersama untuk Merah Putih, kira-kira begitu," tukasnya.



Sumber: Suara Pembaruan