Megawati Puji Kekompakan Pimpinan MPR

Megawati Puji Kekompakan Pimpinan MPR
Megawati Soekarnoputri. ( Foto: ANTARA FOTO / Fikri Yusuf )
Markus Junianto Sihaloho / MPA Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:49 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden RI Kelima, Megawati Soekarnoputri, menyatakan dirinya bersyukur bahwa MPR periode 2019-2024 mampu menunjukkan sebuah semangat kebersamaan, yang sudah ditunjukkan para pimpinan MPR.

Hal itu disampaikan Megawati usai menerima 10 pimpinan MPR di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019). Kepentingan para pimpinan MPR adalah menyampaikan undangan pelantikan presiden-wakil presiden pada 20 Oktober mendatang. Sekaligus berdiskusi soal masalah kebangsaan.

"Saya sangat berterima kasih karena pada hari ini kami bertemu bersilaturahim dan berbincang dengan hangat," kata Megawati.

Dia mengakui bahwa mereka berbincang banyak hal di dalam pertemuan tertutup di dalam rumahnya itu, termasuk soal rencana amandemen terbatas UUD 1945.

Bagi Megawati, situasi itu bisa terjadi karena kebersamaan yang ada diantara pimpinan MPR. Dia mengingat, sebagai ketua umum PDI Perjuangan, menekankan kepada awak fraksinya untuk memastikan musyawarah dan mufakat dalam pemilihan pimpinan MPR 2019-2024.

"Karena namanya Majelis Permusyawaratan Rakyat. Jadi kalau pakai voting-voting saya bilang itu bukan jalannya Indonesia. Alhamdulillah keadaan itu ternyata dapat dilaksanakan Dan inilah buktinya hari ini kami berkumpul dan dapat terus membicarakan hal-hal yang akan disampaikan nanti di persidangan MPR yang akan datang," ujar Megawati.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan selain mengantar undangan pelantikan, pihaknya memang meminta pandangan dari Megawati soal wacana amandemen UUD 1945. Sebab Megawati adalah tokoh yang berpengalaman dan merupakan presiden Republik Indonesia yang kelima dalam melaksanakan Konstitusi.

"Umur konstitusi kita sudah 17 tahun dan Bu Mega melaksanakan paling tidak selama 2 tahun. Bu Mega merupakan presiden masa transisi sebagai mandataris yang terakhir di MPR," kata Bamsoet, sapaan akrabnya.



Sumber: BeritaSatu.com