KSPSI Minta Pengamanan Pelantikan Presiden Diperketat

KSPSI Minta Pengamanan Pelantikan Presiden Diperketat
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mendampingi Capres Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan konsolidasi bersama Relawan Buruh Sahabat Jokowi Tangerang. ( Foto: Suara Pembaruan/Fana FS Putra )
Thresa Sandra Desfika / MPA Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:34 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea meminta keamanan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden diperketat. Hal ini menyusul insiden penusukan yang menimpa Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto saat mengunjungi Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar, Pandeglang pada Kamis (10/10).

"Saya sangat berharap aparat keamanan melipatgandakan kekuatan juga kewaspadaan. Karena, banyak tamu negara yang akan menghadiri acara pelantikan presiden nanti," kata Andi, di Jakarta, Kamis (10/10.2019).

Andi Gani yang juga pimpinan konfederasi buruh se-ASEAN itu mengaku terkejut atas peristiwa penyerangan tersebut. Dirinya menegaskan, kasus tersebut harus diusut tuntas. Andi Gani menduga sosok pelaku penyerangan tidak bekerja sendirian.

"Saya yakin Polri dan intelijen bisa mengungkap terang benderang kasus ini. Karena tindakan ini sangat nekat," tegas Ketua Umum Relawan Buruh Sahabat Jokowi itu.

Andi Gani juga meminta masyarakat jangan panik dan tetap waspada. Kemudian, harus menjaga lingkungan masing-masing dan waspada terhadap orang yang mencurigakan di lingkungannya.



Sumber: Investor Daily