Jokowi Ajak Anggota DPR Terpilih Lakukan Deregulasi Besar-besaran

Jokowi Ajak Anggota DPR Terpilih Lakukan Deregulasi Besar-besaran
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam rangka penyampaian RUU tentang APBN TA 2020 disertai nota Keuangan dan dokumen pendukungnya dalam sidang Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Yeremia Sukoyo / FMB Senin, 26 Agustus 2019 | 14:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak kepada semua pihak, termasuk anggota DPR RI terpilih untuk melakukan perombakan regulasi atau deregulasi besar-besaran semua peraturan yang menghambat kemajuan bangsa dan negara.

"Kita butuh deregulasi besar-besaran, penyederhanaan dan konsistensi di dalam membuat regulasi, yang orientasinya terhadap hasil, output. Jangan sampai kita ini masih seperti dulu-dulu," kata Jokowi saat pembukaan Orientasi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Bagi anggota DPR RI dan DPD RI Terpilih Periode 2019-2024, yang digagas Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Senin (26/8/2019) di Jakarta.

Menurut Jokowi, saat ini semua negara tentunya ingin menjadi pemenang. Untuk menjadi bangsa pemenang, maka dibutuhkan kecepatan yang ditopang oleh regulasi yang berkualitas.

"Kita harus bekerja lebih cepat dan responsif perubahan yang ada. Semua negara ingin menjadi pemenang, negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat," ucap Jokowi.

Karena itulah, dirinya menegaskan, Indonesia juga sangat membutuhkan kecepatan di bidang regulasi, termasuk kecepatan di dalam membuat peraturan dan perundang-undangan.

"Saya mengajak dalam membuat regulasi, kecepatan kita perlukan. Tanpa kecepatan dalam bidang regulasi, akan ketinggalan. Kecepatan-kecepatan di dalam membuat UU, membuat peraturan, diperlukan," ujar Jokowi.

Dalam Orientasi dan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Bagi Anggota DPR RI yang digagas Lemhannas diikuti seluruh anggota DPR dan DPD terpilih. Melalui kegiatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan diharapkan anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 memiliki watak, moral dan etika kebangsaan yang akan menjadi pedoman dalam menuntun kehidupan masyarakat sesuai dengan tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia. 



Sumber: Suara Pembaruan