Airlangga Klaim Telah Kantongi Dukungan 92 Persen

Airlangga Klaim Telah Kantongi Dukungan 92 Persen
Airlangga Hartarto bersama Aburizal Bakrie (kanan). ( Foto: Beritasatu Photo / Robertus Wardy )
Robertus Wardi / JAS Sabtu, 24 Agustus 2019 | 21:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG) Airlangga Hartarto mengklaim telah mendapatkan dukungan mencapai 92 persen untuk maju kembali menjadi ketum periode 2019-2024. Dengan dukungan itu, dia optimistis bisa kembali memimpin partai berlambang pohon beringin untuk lima tahun mendatang.

"Sampai hari ini, dukungan sudah mencapai 92 persen. Ini dikawal seluruhnya," kata Airlangga saat menghadiri deklarasi Sahabat Muda Airlangga Hartarto (Smart) di Jakarta, Sabtu (24/8/2019).

Hadir pada acara itu Sekjen PG Lodewijk Freidrich Paulus, Korbid Ekonomi PG yang juga Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin‎, Ketua MKGR Roem Kono, dan para pengurus Golkar dari daerah.

Ia meminta anggota Smart agar mengawal suara yang sudah diperoleh. Dukungan yang ada harus dipastikan solid dan utuh sampai Musyawarah Nasional (Munas).

"Mana yang solid. Mana gampang tergoda dan mana yang ingin digoda. Berapa yang lari dan berapa yang terdeteksi, berapa yang tidak terdeteksi. Kemudian jaga opini dalam dua bulan ke depan," kata Airlangga yang juga Menteri Perindustrian.

Dia menegaskan kriteria atau dasar penilaiannya (key performance) sangat jelas yaitu berapa yang lari dan berapa yang bertahan. Yang berusaha lari harus dicegah agar tetap solid sampai Munas.

Pada kesempatan itu, dia kemukakan Munas digelar pada Desember 2019. Hal itu mengacu ke pelaksaan Munas tahun 2014 dan Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) tahun 2017.

"Forum Munas adalah yang tertinggi di partai. Mari kita jaga suara yang sudah ada," tegasnya.

Pada kesempatan itu, dia juga tegaskan jika terpilih nanti, program jangka panjang adalah melanjutkan pembangunan gedung DPP PG yang sudah dibangun namun terhenti saat ini. Untuk jangka pendek, saat ini dilakukan renovasi masjid di kompleks DPP PD di Jalan Anggrek Neli, kawasan Slipi, Jakarta Barat. 



Sumber: Suara Pembaruan