GBHN Dihidupkan Lagi, Prabowo Setuju Amendemen UUD

GBHN Dihidupkan Lagi, Prabowo Setuju Amendemen UUD
Prabowo Subianto. ( Foto: Antara )
Willy Masaharu / JAS Sabtu, 17 Agustus 2019 | 15:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto setuju dengan wacana amendemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 untuk menghidupkan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Menurutnya, amendemen UUD 1945 sejalan dengan perjuangan Partai Gerindra.

"Gerindra sudah jelas, perjuangan kita kembali UUD 45 yang asli. Jadi amendemen untuk GBHN bagi kita tidak masalah, kita ingin lebih dari itu kembali ke UUD 45 yang asli," kata Prabowo, di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019).

"Kemudian kalau ada kekurangan bisa adendum perbaikan. Batang tubuhnya bagi kita ingin kembali," katanya.

Prabowo menjelaskan, UUD 1945 pada dasarnya bisa diperbaiki. Tentunya, selama ada kesepakatan dari partai politik di parlemen.

"Kalau sudah konsensus dan keputusan mayoritas itu bisa di adendum perbaikan, UUD 45 bukan tidak boleh perbaiki. Boleh. Di negara maju dan kuat UUD batang tubuh jangan ditinggalkan," tegasnya.

Sebelumnya, MPR berencana menghidupkan kembali GBHN dan mengamendemen terbatas UUD 1945.

Ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan, rencana mengembalikan GBHN bukan hanya wacana melainkan sudah menjadi rekomendasi resmi MPR. "Sudah jadi rekomendasi bukan setuju lagi," kata Zulhas, di Komplek Parlemen Senayan, Kamis (16/8).

Zulhas menyebut, semua bahan-bahan pendukung telah disusun untuk menjadi rekomendasi pembahasan MPR periode 2019-2024.

"Sudah semuanya. Nanti bahan-bahan itu yang sudah jadi akan kita rekomendasi untuk MPR yang akan datang. Sudah nanti sidang terakhir nih masa jabatan periode ini, 27 September, itulah yang akan kita ketok palu menjadi rekomendasi untuk DPR periode yang akan datang sudah ada bahannya," jelas Zulhas.

Ketua Umum PAN itu mengatakan, adanya rekomendasi tersebut menunjukkan ada kemajuan rencana menghidupkan kembali GBHN. "Ada bukunya, sehingga bisa maju sedikit dari yang lalu," ucapnya. 



Sumber: Suara Pembaruan