Prinsip Trisakti Sangat Relevan untuk Generasi Milenial

Prinsip Trisakti Sangat Relevan untuk Generasi Milenial
Politikus PDIP Masinton Pasaribu dan Adian Napitupulu dalam diskusi 'demokrasi arus bawah' yang digelar di sela-sela Kongres V PDI Perjuangan, di Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (9/8/2019). ( Foto: beritasatu.com / markus sihaloho )
Markus Junianto Sihaloho / WM Jumat, 9 Agustus 2019 | 20:40 WIB

 

 

Denpasar, Beritasatu.com - Prinsip Trisakti yang diajarkan oleh Bung Karno masih relevan dan justru penting untuk dipahami oleh para generasi muda milenial dalam menghadapi berbagai tantangan global dewasa ini.

Sementara PDI Perjuangan bisa menjadi kendaraan politik bagi generasi muda milenial dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia.

Hal itu merupakan salah satu benang merah diskusi 'demokrasi arus bawah' yang digelar di sela-sela Kongres V DPP PDI Perjuangan, di Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (9/8/2019).

Diskusi itu berangkat dari pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang memotret tantangan yang dihadapi oleh generasi milenial. Selain tantangan perekonomian, yang dihadapi juga adalah masalah lainnya seperti radikalisme.

Politikus PDIP Masinton Pasaribu, yang menjadi pembicara, mengatakan hal tersebut menjadi salah satu alasan partainya melaksanakan Kongres V ini. Dan para peserta mendiskusikan, merumuskan, serta merekomendasikan instrumen apa yang bisa dipakai oleh Pemerintahan Jokowi dalam menghadapi tantangan dimaksud.

Pada titik itu, prinsip Trisakti kemudian mengemuka dan sangat relevan untuk terus dipahami dan diwujudnyatakan oleh generasi milenial dalam menghadapi tantangan yang ada. Trisakti adalah kedaulatan politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

"Muncul gerakan ekstrem. Liberalisasi ekonomi yang tidak menciptakan keadilan. Indonesia yang ber-Trisakti ini relevan dalam menghadapi tantangan ini," kata Masinton.

Dirinya menilai, sangat tak tepat bila ada suara yang menyebut Indonesia sebaiknya kembali ke era Orde Baru untuk bisa menjawab tantangan global yang aktual. Justru Trisakti adalah konsep yang masih bisa terus digunakan.

Lebih jauh, Masinton menilai, partai politik sangat memiliki peranan dalam memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan global. Dengan kekuatan seluruh elemennya, parpol bisa menjadi pemandu untuk mencapai kondisi terbaik dalam menghadapi segala tantangan yang ada.

"PDI Perjuangan misalnya harus menjadi partai pelopor, menyiapkan kader-kader terbaik bangsa. Memperkuat ideologi dan program," kata Masinton.

Pembicara lainnya, Adian Napitupulu mengatakan, PDI Perjuangan adalah parpol yang sudah teruji dengan segala rekam jejaknya untuk bisa menjadi pemandu bagi generasi milenial dalam menghadapi tantangan jaman.

"Partai ini sudah teruji. Ditangkap, dipukuli. Partai ini lahir dari proses sejarah, bukan instan," kata Adian.

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri menyatakan, pihaknya menyadari perubahan, khususnya generasi yang diberi label milenial. Karenanya perlu ada formula untuk membuat para kaum ini, menyadari akan arti penting bangsa dan negara tersebut, sehingga mau terlibat membangun.

"Boleh saja aksi (kalangan) milenial, tapi ada dasar-dasar yang namanya kebangsaan, yang tidak bisa ditinggalkan oleh mereka. Baik di Indonesia ataupun di dunia," kata Megawati.

Megawati menyebut masalah ke depan kian besar. Dirinya mencontohkan konflik yang terjadi di Timur Tengah, yang sampai sekarang belum selesai. Ketegangan pelan-pelan bermunculan, dan dimana ini harus diselesaikan generasi mendatang, dengan pemahaman yang tak salah arah.

Dia berharap para generasi muda mendatang bisa menyelesaikan hal ini. Dan salah satunya, melalui partai politik yang menjadi kendaraan, khususnya bagi generasi muda.



Sumber: BeritaSatu.com