Antasari Yakin Tidak Ada Polisi Taliban dan India di KPK

Antasari Yakin Tidak Ada Polisi Taliban dan India di KPK
Ilustrasi KPK. ( Foto: AFP / Bay Ismoyo )
Yustinus Paat / WBP Kamis, 27 Juni 2019 | 09:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengaku tidak percaya dengan pembelaan antara penyidik polisi Taliban dan polisi India di tubuh KPK. Menurut dia, kedua istilah tersebut hanya persepsi dari pihak-pihak yang tidak suka dengan KPK.

"Ada masalah ketika ada persepsi yang timbul di publik. Seperti sekarang ini, ada yang mengatakan di KPK ada radikalisme, ada polisi taliban, polisi India, begitu kan? Menurut saya sih enggak ada," kata Antasari Azhar kepada wartawan saat ditemui di kawasan Menteng, Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 92, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Antasari Azhar mengatakan, di KPK hanya ada satu penyidik, yakni polisi, meskipun bisa merekrut penyidik independen. Sementara untuk penuntut hanya satu, yakni jaksa. Menurut dia, adanya sebutan penyidik polisi Taliban dan polisi India di tubuh KPK karena persepsi melihat perilaku penyidik di tengah menguatnya radikalisme di Indonesia.

"Saya bicara realita, tidak ilusi. Memang di KPK itu ada penyidik polisi, penuntut hanya satu jaksa. Jadi misalkan ada timbul persepsi ini, enggak ada. Menurut saya ya, enggak ada. Hanya persepsi saja karena melihat perilaku ya," tandas Antasari Azhar.

Antasari mengaku, saat dirinya menjadi ketua KPK periode 2007-2009, tidak muncul isu penyidik yang terpapar radikalisme. Pasalnya, semuanya dilakukan sesuai koridor dan aturan. Untuk itu, dia berharap semua pihak tetap mendukung sekaligus mengawasi KPK.

"Kalau (KPK) perlu ada perbaikan iya, butuh ada keseriusan iya. Dan kritikan saya untuk pemimpin KPK sekarang adalah mana janjinya untuk menyelesaikan sisa-sisa kerja yang lama? Yang masih bertahun tahun kan, itu belum selesai. Itu iya," pungkas Antasari Azhar.

Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane bicara soal isu perseteruan antara Polisi Taliban dengan Polisi India di internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menyatakan kalau Polisi Taliban merupakan kubu penyidik senior KPK Novel Baswedan. Sementara Polisi India merupakan kubu non-Novel.



Sumber: BeritaSatu.com