Wiranto: Kalau Ada Demonstrasi Liar, Pasti Ada yang Menggerakkan

Wiranto: Kalau Ada Demonstrasi Liar, Pasti Ada yang Menggerakkan
Wiranto. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / JAS Rabu, 26 Juni 2019 | 13:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengemukakan jika ada aksi demonstrasi liar pada pembacaan putusan hasil gugatan sengketa Pilpres oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (27/8/2019) besok, pemerintah akan mencari penanggung jawabnya. Pasalnya, setiap demonstrasi yang dilakukan pasti ada yang menggerakkan.

“Kalau ada demonstrasi liar, saya katakan tentu ada sponsornya, ada yang menggerakkan. Yang bertanggung jawab mereka, nanti akan kita cari,” kata Wiranto di Kementerian Polhukam, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Ia menjelaskan Polri sudah jelas melarang aksi demonstrasi di depan gedung MK. Larangan itu diberlakukan agar tercipta suasana sidang yang kondusif.

“Pokoknya kita tidak kasih izin untuk demonstrasi sekitar MK. Kalau ada demonstrasi berarti enggak ada izin. Kalau tidak ada izin, berarti polisi berhak membubarkan,” tegasnya.

Menurutnya, polisi bukan sembarangan melarang. Hal itu karena telah diatur Undang-Undang.

”Ini semua ada di undang-undang ya, bukan polisi ngarang sendiri. Kita tunggu saja,” tutup Wiranto.

Sebagaimana diketahui pada Kamis besok, MK akan membacakan putusan atas gugatan yang disampaikan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sampai Rabu ini, sudah ada kelompok yang mengaku ingin berhalalbihalal di depan MK pada Jumat besok. Tidak disebut dalam konteks apa halalbihalal itu dilakukan.

 



Sumber: BeritaSatu.com