Minta Perlindungan Saksi ke LPSK, Tim Hukum 02 Takut Tak Bisa Buktikan Gugatan?

Minta Perlindungan Saksi ke LPSK, Tim Hukum 02 Takut Tak Bisa Buktikan Gugatan?
Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi Bambang Widjojanto hadir pada persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (14/6/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Markus Junianto Sihaloho / WM Senin, 17 Juni 2019 | 20:02 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Tim Kuasa Hukum Jokowi-KH Ma'ruf Amin, I Wayan Sudirta menyatakan, gugatan kubu Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi (MK) adalah permohonan yang paling menyimpang dari aturan dan peraturan MK.

"Paling menyimpang. Saya tidak berkata sendiri, pengamat yang saya dengar tidak satu pun mengatakan permohonan ini layak dan lazim," kata Sudirta, Senin (17/6/2019).

Pertama, tak terpenuhinya persyaratan formal gugatan. Salah satunya bahwa pokok permohonan atau gugatan harus memuat perselisihan suara.

"Aneh bin ajaib tak ditemukan dalam permohonan ini," imbuh Sudirta.

Nah, bila secara formil saja sudah berantakan, Sudirta mengatakan, siapapun bisa membayangkan bahwa materiil gugatan itu pasti berantakan.

Dan karena sudah tidak mampu mempertahankan bahwa gugatan paling telat didaftarkan pada 24 Mei, maka kubu 02 menambahkan lampiran yang pada substansinya adalah gugatan baru. Dari 7 petitum, kubu 02 menjadikannya 15 poin.

"Salah satu teori permohonan, makin ringkas, makin baik. Makin panjang sebuah permohonan, makin sulit membuktikannya. Tapi menyimpang dari prinsip itu. Kubu 02 malah permohonannya ratusan sebagai tambahan. Ada 146," bebernya.

"Ini kan sama dengan mencari kuburan namanya. Ini mencari mati dengan menyiapkan tali gantungan sendiri menjerat lehernya."

Dan karena tahu bahwa takkan bisa membuktikan itulah maka para punggawa tim hukum Prabowo-Sandi kini memunculkan isu bahwa saksi-saksinya diteror. Lalu seakan-akan meminta perlindungan ke LPSK.

"Padahal itu konsekuensi logis dari permohonan yang panjang dan mereka tidak mampu membuktikan. Supaya tak disalahkan, bilang ada teror,"  katanya.



Sumber: BeritaSatu.com