Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Ketua GNPF-U Bogor Tidak Ditahan

Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Ketua GNPF-U Bogor Tidak Ditahan
Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fuiser saat memberikan keterangan kepada pewarta di Mako Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor. ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / WBP Minggu, 19 Mei 2019 | 11:20 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Polres Bogor Kota menetapakan tersangka Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Bogor, Iyus Khaerunnas dalam kasus ujaran kebencian dengan mengajak jihad karena tidak percaya hasil Pemilu 2019. Dianggap koorperatif, Iyus Khaerunnas tidak ditahan.

Iyus Khaerunnas dijerat Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong dan atau Pasal 160 KUHPidana.

Dalam video yang beredar, Iyus Khaerunnas mengaitkan isu dugaan kecurangan pemilu dengan komunisme yang menurutnya sudah masif berkembang di Indonesia. Dia mengajak seluruh umat Islam untuk melakukan perlawanan lewat jihad. Atas dasar itulah Polres Bogor Kota menetapkannya sebagai tersangka. Namun, demikian penahanannya ditangguhkan.

“Dengan alasan kemanusiaan dan dengan pertimbangan yang bersangkutan tidak akan melarikan diri dan tidak akan menghilangkan barang bukti Kapolresta Bogor Kota memberikan penangguhan penahanan kepada yang bersangkutan,” kata Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser dalam keterangannya, Minggu (19/5/2019).

Namun demikian, terangnya, proses hukum tetap berjalan. “Ustaz Iyus diwajibkan lapor diri dua kali seminggu di Sat Reskrim Polresta Bogor Kota,” tegas Kombes Hendri Fiuser.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ustadz Iyus diamankan dari kediamannya Jumat (17/5/2019) siang terkait video viral dirinya bicara mengenai adanya kecurangan pemilu, masifnya komunisme, hingga ajakan jihad untuk melawan itu semua.

Menurut Hendri, Iyus meminta maaf dan mengakui salah saat diperiksa oleh penyidik. “Dalam hasil periksaan ustaz Iyus sudah menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada masyarakat dan berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama,” ujar Kombes Hendri Fiuser.



Sumber: BeritaSatu.com