Buruh Jakarta Tidak Lakukan Aksi pada 22 Mei

Buruh Jakarta Tidak Lakukan Aksi pada 22 Mei
Koordinator Wilayah (Korwil) KSBSI DKI Jakarta, Dwi Harto (kiri-berdiri) saat berbicara dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Kantor Sekretariat KSBSI DKI Jakarta, Cipinang, Sabtu (18/5/2019). ( Foto: istimewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Minggu, 19 Mei 2019 | 07:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) DKI Jakarta menegaskan, pekerja dan buruh di Jakarta yang tergabung dalam KSBSI tidak melakukan aksi dan kegiatan dalam bentuk apa pun di momen pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) perihal hasil Pemilu 2019, Rabu (22/5/2019).

Hal itu ditegaskan Koordinator Wilayah (Korwil) KSBSI DKI Jakarta, Dwi Harto dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Kantor Sekretariat KSBSI DKI Jakarta, Cipinang, Sabtu (18/5/2019).

"Untuk tanggal 21 dan 22 Mei kan banyak elemen masyakat yang berencana datang ke KPU dan Bawaslu. Tapi sesuai arahan dari pimpinan, kita tidak akan turun ke jalan," ujar Dwi.

Dwi menyebutkan, seluruh keputusan yang ditetapkan oleh KPU, akan dipedomani oleh seluruh jajarannya. "Kami mendukung segala keputusan yang dihasilkan KPU," tegasnya.

Mengenai pernyataan people power yang akhir-akhir ini kerap diutarakan oleh beberapa elite maupun tokoh nasional, pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat menyikapinya secara bijaksana.

"Isu tersebut sudah tidak pas di zaman sekarang ini. Harapan kita pada masyarakat agar berpikir cerdas dan rasional. Toh bila ditemukan kecurangan, ketidakpuasan kan negara kita negara hukum, ada mekanismenya. Bukan lagi mengajak masyakat untuk turun ke jalan," tuturnya.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta bidang Pengupahan dan Jaminan Sosial, Nurzaman.

"Bahwa tanggal 22 itu kita mendengarkan saja dari hasil resmi KPU. Apapun hasilnya itu lah yang akan kita terima, jalan yang terbaik buat kita semua, kekuasaan Allah. Tidak perlu lagi melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan yang ada," pungkasnya.