Bawaslu Ungkap Penyebab Lambatnya Rekapitulasi Berjenjang

Bawaslu Ungkap Penyebab Lambatnya Rekapitulasi Berjenjang
Komisioner Bawaslu (kiri ke kanan): Fritz Edward Siregar, Abhan, dan Mochammad Afifuddin. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / CAH Selasa, 7 Mei 2019 | 18:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Badan Pengawas Pemilu Mochammad Afifuddin mengungkapkan alasan penyebab lambat proses rekapitulasi berjenjang. Sampai saat ini, belum semua PPK yang menyelesaikan rekapitulasi di tingkat kecamatan. Padahal dijadwalkan rekapitulasi di kecamatan selesai pada 4 Mei 2019.

Menurut Afif, salah satu penyebabnya adalah proses rekapitulasi diikuti oleh semua pihak secara seksama. Setiap terjadi kejanggalan atau ketidaksinkronan data pemilih, maka langsung ditanggapi dan dikoreksi di tingkat kecamatan.

"Begitu prosesnya, semuanya ikut mengawasi hal-hal yang sekiranya dianggap janggal, kan kemudian bisa dikoreksi bersama. Ini mekanisme yang diatur oleh UU," ujar Afif di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Afif mengatakan setiap ada masalah, maka akan diselesaikan di tiap tingkatan. Namun, kalau di tingkatannya tidak selesai, maka akan diselesaikan di tingkatan di atasnya. Dia mencontohkan, jika ada masalah di tingkat kecamatan, namun tidak selesai ditangani, maka diselesaikan di tingkatan kabupaten/kota.

"Koreksi dari tingkat bawah yang bermasalah itu ada direkap berjenjang ini. Kalau ada masalah di kecamatan, ya ketemunya di kecamatan, kalau ada masalah di Kabupaten ketemunya di kabupaten, begitu juga provinsi," ungkap dia.

Selain itu, kata Afif, penyebab yang lain adalah kompetisi yang cukup ketat, bukan saja antara partai, tetapi juga antara caleg di satu partai. Dengan demikian, kata dia, tidak hanya saja partai yang fokus mengawasi, tetapi juga para caleg ikut mengawasi.

Meskipun demikian, Afif masih optimistis bahwa proses rekapitulasi hingga penetapan hasil pemilu akan sesuai jadwal, tanggal 22 Mei 2019 mendatang. Pihaknya mengusulkan agar rekapitulasi di tingkat provinsi dilakukan secara pararel dengan menggunakan dua panel.

"Nah, kita rekomendasikan agar dilakukan proses rekapitulasi secara pararel melalui dua panel di tingkat provinsi sehingga proses rekapnya bisa cepat," pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, tahapan rekapitulasi di tingkat kecamatan berlangsung dari 18 April-4 Mei 2019. Setelah itu, dilanjutkan rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota yang sudah dimulai 22 April sampai 7 Mei 2019.

Jika rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota selesai, langsung dilanjutkan ke tingkat provinsi yang sudah dibuka tahapannya pada 22 April-7 Mei 2019. Terakhir rekapitulasi tingkat nasional pada 25 April-22 Mei 2019. 



Sumber: BeritaSatu.com