Tunggu Situng KPU, SBY Imbau Semua Pihak Tahan Diri

Tunggu Situng KPU, SBY Imbau Semua Pihak Tahan Diri
Mahfud MD, Sinta Nuriyah Wahid, Susilo Bambang Yudhoyono dan Dahlan Iskan berfoto bersama usai melakukan pertemuan di National University Hospital, Singapura. ( Foto: dok )
Yudo Dahono / YUD Jumat, 3 Mei 2019 | 14:48 WIB

Singapura, Beritasatu.com Di tengah situasi panas menanti hitung suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), mantan Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar sebaiknya dua pihak menahan diri dengan menekan ego masing-masing. “Setidaknya ada ruang dialog untuk meredam,” ujar SBY, Jumat (3/4/2019) di National University Hospital, Singapura.

Pernyataan SBY disampaikan di hadapan sejumlah tokoh masyarakat yang menjenguk Ani Yudhoyono, yang tengah menjalani perawatan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Para tokoh yang hadir menjenguk Ani Yudhoyono adalah Sinta Nuriyah Wahid, Mahfud MD, Alissa Wahid, Dahlan Iskan, Beny Susetyo, dan lain-lain.

Dikatakan oleh SBY, membuka ruang dialog itu penting, karena bagaimanapun ini menyangkut kepentingan bangsa yang harus diutamakan. “Tentu kita tidak bisa berharap sekali dialog akan menghasilkan suatu solusi, tapi perlu terus menerus mengedepankan upaya rekonsiliasi,” ujar Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.

Ada tiga hal yang disarankan Sby untuk mencari jalan keluar dari kehaduhan ini. Yakni: compromise; take and give dan win win solution.

Mahfud MD setuju dengan pernyataan SBY bahwa yang diperlukan dalam situasi seperti saat ini adalah menekan ego, untuk menjaga persatuan bangsa. “Saya berharap ada rekonsiliasi pasca pilpres ini,” katanya.

Mahfud dalam kesempatan itu mengajak rombongan berdoa bersama untuk kesembuhan Ani Yudhoyono.

Terkait kesehatan Ani Yudhoyono, menurut Sby, walau masih naik turun, tetapi perkembangannya cukup positif. “Bu Ani ditangani oleh dokter yang profesional dan teknologi kesehatan mutakhir,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com