Teknologi Berperan Mempermudah Manusia di Era Society 5.0

Teknologi Berperan Mempermudah Manusia di Era Society 5.0
Presiden MRS-INA, Prof Dr Evvy Kartini (tengah) usai memukul gong sebagai tanda dimulainya konferensi internasional ICAMT-ICMR 2019 didampingi Prof Dr Rudy Harjanto MSn, Rektor Universitas Moestopo (Beragama) selaku Ketua Panitia Penyelenggara ICAMT-ICMR 2019 (kanan), Prof Soo Wohn Lee, President International Union Material Research Society (kedua kanan), serta Prof Dr Thomas, Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 8 Oktober 2019 | 14:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof Mohamad Nasir PhD Ak, membuka konferensi internasional International Conference on Advanced Materials and Technology in conjunction with International Conference on Multidisciplinary Research 2019 (ICAMT-ICMR 2019), yang diselenggarakan oleh Universitas Moestopo (Beragama) dan Perkumpulan Masyarakat Riset Material Indonesia (MRS-INA - Material Research Society Indonesia), di Aston Sentul Lake Resort & Conference, Bogor, Selasa (8/10/2019).

"Konferensi internasional ini merupakan sarana uji paper untuk mendapatkan masukan konstruktif bagi Indonesia, sebelum masuk ke publikasi internasional bereputasi," kata Nasir dalam sambutan pembukaannya.

Baca Juga: Insentif Kemristekdikti Lahirkan 1.307 Startup

Konferensi ICAMT-ICMR 2019 sendiri melibatkan 200 peserta yang terdiri atas pembicara, peneliti, dan mahasiswa dari dalam dan luar negeri, antara lain Jepang, Amerika Serikat (AS), Inggris, Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Lebih dari 120 naskah ilmiah yang disajikan baik dalam presentasi oral maupun poster dihadirkan dalam kegiatan konferensi internasional lintas disiplin yang digelar pertama kalinya oleh MRS-INA dan Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) ini.

Rektor Universitas Moestopo (Beragama) selaku Ketua Penyelenggara ICAMT-ICMR 2019, Prof Dr Rudy Harjanto MSn, mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kontribusi Universitas Moestopo (Beragama) untuk memajukan pendidikan Indonesia dalam melahirkan generasi pemikir, pengembang, dan membuat Indonesia memiliki keunggulan daya saing di era society 5.0.

"ICAMT-ICMR 2019, akan banyak manfaat yang dirasakan oleh para peneliti dan peserta yang hadir. Ini merupakan ajang luar biasa untuk mengetahui perkembangan tren ristek terbaru, bertukar informasi, berdiskusi, memperluas jejaring, berpromosi dan mengenalkan penelitian dan istitusi mereka secara langsung dalam satu forum kelas dunia," tegas Rudy.

Baca Juga: Publikasi Ilmiah Harus Didorong ke Arah Inovasi

Menurut Rudy, pada era society 5.0 sekarang ini, peran teknologi selalu ditingkatkan untuk mempermudah manusia dalam berbagai aspek. "Mulai dari kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sebagainya, yang pada hakekatnya merupakan keselarasan dalam proses integrasi antara teknologi digital dengan realitas kehidupan sosial," tandasnya.

Presiden MRS-INA, Prof Dr (rer nat) Evvy Kartini, menambahkan, melalui ICAMT-ICMR 2019, pihaknya berharap para peserta yang hadir dapat berdiskusi secara langsung aplikasi potensial dari ilmu material dan multi disiplin untuk kehidupan berkelanjutan yang lebih baik.

"Selama konferensi ini, juga akan diselenggarakan workshop on lithium ion battery yang diikuti peserta industri di Jakarta dan luar Jakarta, antara lain, Sidoharjo, Semarang, Bandung, dari Institusi LIPI, BPPT, B4T Kemperin, BATAN, serta dari kalangan perguruan tinggi, seperti UI, ITB, ITS, Telkom, UGM dan lain-lain,” kata Evvy Kartini.

Salah satu srikandi Indonesia yang mendedikasikan dirinya pada kemajuan teknologi baterai di Indonesia ini menambahkan, bersamaan konferensi ICAMT-ICMR 2019, juga dilakukan launching National Battery Research Institute (N-BRI). "N-BRI sendiri merupakan konsorsium nasional di bidang baterai, untuk kemandirian bangsa di bidang energi,” pungkas Evvy Kartini.

 



Sumber: BeritaSatu.com