Gelombang Industri 4.0 Tuntut Adaptasi Cepat dari Masyarakat

Gelombang Industri 4.0 Tuntut Adaptasi Cepat dari Masyarakat
Ketua Umum LDII KH Abdullah Syam memberikan cinderamata kepada Dubes Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar seusai menjadi pembicara dalam Lokakarya Pendidikan dan Ekonomiā€ di Jakarta, Selasa (10/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Rully Satriadi / RSAT Selasa, 10 September 2019 | 16:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat harus siap menyambut revolusi industri 4.0, salah satunya dengan menghilangkan gap dalam penggunaan internet. Karena gelombang industri 4.0 menuntut adaptasi yang cepat dari masyarakat.

“Industri 4.0 ini menciptakan perubahan besar, di bidang ekonomi mengubah cara orang berproduksi, distribusi dan konsumsi. Sementara di dunia pendidikan, memberi pilihan-pilihan bagaimana siswa belajar,” ujar Ketua DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prasetyo Sunaryo dalam “Lokakarya Nasional Pendidikan dan Ekonomi” di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Acara yang dibuka Wakil Ketua DPR Utut Adianto sekaligus menjadi pembicara kunci ini berlangsung 4 hari, 10 – 13 September 2019, dihadiri sejumlah akademisi dan praktisi di bidang pendidikan dan ekonomi, serta 200 orang perwakilan dari DPW-seluruh Indonesia.

Sunaryo Prasetyo mengatakan dunia pendidikan dan ekonomi merupakan tulang punggung bangsa untuk menjadi bangsa yang maju. Untuk itu keduanya harus bisa beradaptasi di era digital, khususnya usaha-usaha yang dikelola dalam bentuk koperasi-koperasi majelis taklim warga LDII.

Disebutkan era disrupsi yang memindahkan aktivitas sosial, politik, dan ekonomi dari alam nyata ke alam maya, memang berdampak serius.

Menurutnya umat manusia sebelumnya tak berpikir bahwa dunia bisa berubah seperti ini. Terjadinya economic shifting mengakibatkan kegoncangan, bisnis yang mapan bisa jatuh lalu muncullah jenis-jenis usaha baru yang memanfaatkan internet.

Seperti di bidang pendidikan, sangat memungkinkan matinya lembaga-lembaga kursus atau les, karena terdapat aplikasi yang memungkinkan siswa atau orangtua dalam memilihkan guru les, seperti ruangguru.com.

Tanpa antisipasi atau pengetahuan yang cukup, masyarakat bisa kehilangan mata pencaharian. Namun di sisi lain, bila dimanfaatkan, era digital bisa memberi kesetaraan bagi semua orang untuk mengakses kesejahteraan, membuka usaha, bahkan menjadi artis di youtube, tanpa harus membintangi film atau membuat karya seni yang hebat.

“Untuk itu pihaknya mendorong warganya bisa beradaptasi dengan revolusi industri 4.0, agar imbas terpuruknya ekonomi bisa disiasati dengan memanfaatkan kemudahan-kemudahan di era digital ini,” ujarnya.

Ditambahkan beberapa warganya telah bergiat di bidang internet, baik di bidang pertanian, pendidikan, dan ekonomi. “Diharapkan dengan mengikuti lokakarya ini para peserta bisa lebih memahami gejala atau fenomena yang terjadi dan memanfaatnya untuk peningkatan kesejahteraan,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com