Antisipasi Cross Hijabers, Masjid di Jakut Diusulkan Pasang CCTV

Antisipasi Cross Hijabers, Masjid di Jakut Diusulkan Pasang CCTV
Ketua Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta Utara, Ustad Moh. Yusuf memberikan pendapatnya mengenai fenomena Cross Hijabers dan pengusulan pemasangan CCTV di Masjid saat ditemui di kantor Walikota, Senin (21/10/2019) siang. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / WBP Senin, 21 Oktober 2019 | 21:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Fenomena laki-laki yang menggunakan pakaian jilbab dan cadar layaknya perempuan atau cross hijabers sempat menjadi viral di media sosial beberapa pekan lalu di Jawa Barat. Hal ini juga menjadi perhatian pengurus masjid di Jakarta Utara yang hendak mengusulkan pengadaan kamera pemantau closed circuit television (CCTV) karena meresahkan jemaah.

"Kita antisipasi dan sampaikan via WA pada jajaran pengurus masjid di tingkat ranting kecamatan agar lebih berhati-hati jika ada fenomena tersebut. Jika ada seseorang yang mencurigakan diawasi, dan ditanyai kepentingannya apa," ujar Ketua Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta Utara, Moh. Yusuf di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Ia menyebutkan pihaknya berencana mengusulkan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk pengadaaan kamera CCTV di setiap masjid. "Dari total 612 masjid di Jakarta Utara, baru puluhan saja yang terpasang CCTV, itu pun masjid besar atau di komplek seperti Masjid Al-Musyawarah Kelapa Gading, Masjid Ramli Sunter," tutur Moh. Yusuf.

Dikatakan Yusuf, DMI Jakarta pada tahun ini mengalokasikan anggaran Rp 127 miliar. Ia berharap agar pemasangan CCTV bisa masuk ke dalam alokasi anggaran Bantuan Operasional Tempat Ibadah.

"Ini membuat kami resah. Karena laki-laki berpura-pura menjadi perempuan itu tidak dibenarkan. Saya yakin oknum ini ingin merusak kondisi kamtibmas di masjid. Kami sudah berkomunikasi dengan Kapolres, beliau sangat mendukung untuk menciptakan kamtibmas atas fenomena ini," tutur Moh. Yusuf.



Sumber: Suara Pembaruan