Layanan Air Bersih KCP Tambelang Berangsur Normal

Layanan Air Bersih KCP Tambelang Berangsur Normal
Ilustrasi Air Bersih. ( Foto: Google )
Mikael Niman / FER Kamis, 10 Oktober 2019 | 15:34 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎Sekitar 10 hari distribusi air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tambelang, Kabupaten Bekasi, ‎terganggu. Hal ini dliatari pelat besi saluran air di Irigasi Sungai Sekunder Pisang Batu, Kampung Bulakmangga, Cikarang Barat, ambruk.

Baca Juga: PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Catat 270.000 Pelanggan

"Minggu kemarin, Instalasi Pengolahan Air KCP Tambelang sudah mulai berproduksi air bersih kembali,"‎ ujar Kepala PDAM Tirta Bhagasasi KCP Tambelang, Muhamad Hidayat‎, Kamis (10/10/2019).

Layanan Air Bersih KCP Tambelang

Muhamad mengatakan, ‎pelayanan air bersih belum sepenuhnya maksimal. Produksi saat ini baru sekitar 80 persen dari kapasitas 20 liter per detik.

"Air baku dari irigasi sampai saat ini, masih diprioritaskan kebutuhan irigasi para petani. Kami akan gunakan pada malam hari saat petani sedikit menggunakan air," tuturnya.

Baca Juga: Limbah dan Penurunan Debit Air, Masalah Utama Kali Bekasi

Dia mengatakan, sejak saluran air baku yang terbuat dari pelat besi ambruk pada Senin (23/9/2019) lalu, PDAM KCP Tambelang, tidak berproduksi karena kekurangan air baku.

Sementara itu, Direktur Teknik PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Johny Dewanto, menambahkan pelayanan di KCP Tambelang, memang belum maksimal.

"Jika pasokan air baku dari saluran irigasi PJT (Perum Jasa Tirta) II sudah normal kembali, pelayanan air bersih di wilayah itu dipastikan berjalan sebagaimana biasanya," ujar Johny.

Dia menegaskan, pihaknya akan tetap memaksimalkan pelayanan di Tambelang. "Tapi saat ini, belum normal dan tetap diupayakan sehingga pelayanan kepada 1.130 pelanggan dapat normal kembali," ujar Johny.

Sebelumnya, untuk kedua kalinya di 2019 ini, terjadi kerusakan saluran di Cikarang Barat. Pertama bulan Februari salauran permanen dari beton, ambruk. Kemudian, oleh pengelola saluran PJT II, dibangun saluran sementara dari pelat besi. Tapi, plat besi kembali ambruk, dan pelayanan air bersih sempat terhenti.

Hingga saat in‎i total jumlah pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi tercatat 270.000 sambungan langganan (SL), dan menjadi PDAM terbesar se-Jawa Barat.



Sumber: Suara Pembaruan