Shell Umumkan Enam Finalis Think Efficiency 2019

Shell Umumkan Enam Finalis Think Efficiency 2019
Shell Indonesia bekerjasama dengan Energy Academy Indonesia menghadirkan program edukasi publik melalui kegiatan Expert Connect Campus Roadshow di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 14 Agustus 2019 | 21:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kompetisi Think Efficiency 2019 bertema Innovation for Nation (Inovasi untuk Negeri) yang diselenggarakan oleh Shell Lubricants Indonesia dan Energy Academy Indonesia (Ecadin) memilih enam finalis dengan ide inovasi terbaik di bidang energi dan tribologi.

Pengumpulan karya untuk kompetisi Think Efficiency 2019 yang diselenggarakan mulai 1 Mei 2019 hingga 30 Juni 2019, telah berhasil menjaring puluhan ide inovasi yang dihasilkan oleh siswa sekolah menengah, mahasiswa, hingga kalangan profesional seperti peneliti, guru, dosen, hingga profesor.

Direktur Pelumas PT Shell Indonesia, Dian Andyasuri, mengatakan, pihaknya merasa gembira melihat tingginya antusiasme dan kualitas karya yang dihasilkan oleh para peserta kompetisi Think Efficiency di tahun kedua penyelenggaraannya.

"Sejalan dengan tema besar kemerdekaan Indonesia, kami berharap kompetisi ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan, untuk terus memacu para inovator di Indonesia berinovasi, memberikan yang terbaik untuk bangsa, dan menjadikan Indonesia bangsa yang unggul," ujar Dian Andyasuri dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (14/8/2019).

Setelah melalui proses penilaian yang meliputi aspek originalitas, produk, dampak, dan keberlanjutan, para finalis terpilih untuk kategori inovasi tribologi adalah M Khoir Syahbana dan Nur Rahimah dengan judul karya 'Inovasi teknologi konfigurasi Werner Schlumberger sebagai sensor deteksi kualitas dan prediksi usia material secara non-destructive', kelompok Wahana Berbagi yang menyajikan inovasi 'Pengembangan material sensitif kitosan & karbon nanodot sebagai kemosensor deteksi kerusakan oli inon kontak menggunakan free dripping method yang terintegrasi aplikasi smartphone', serta Tim Andri Fauzi dengan penelitian 'Eco-friendly anti fouling & anti corrosion additive for marine lubricating'.

Adapun tiga finalis untuk kategori inovasi energi adalah Tim Carbonese dengan ide inovasi 'Eco Leaves Energy-Pengolahan Bio-waste menjadi Carbon Microsphere sebagai Supercapasitor', Isya Syurga dan Ikhwanuddin dengan karya 'Jelly Blueflame Stove' dan Tim LT4 yang menghadirkan ide 'Voltganic-Organic Battery'.

Keenam finalis Think Efficiency 2019 akan memperebutkan tempat pertama dengan mempresentasikan ide mereka kepada para ahli dan praktisi energi juga tribologi pada tahap final yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 2019.

Pemenang kompetisi ini akan diundang untuk mengunjungi Shell Technology Center di Shanghai, untuk berdiskusi dengan para ahli dari Shell. Hal ini merupakan bentuk kontribusi Shell untuk berbagi pengetahuan mengenai inovasi dan teknologi dengan para pemenang.

"Kami berharap kompetisi ini dapat terus memacu para inovator untuk terus berkreasi dan berinovasi sejalan dengan semangat Revolusi Industri 4.0. Kompetisi Think Efficiency 2019 juga mendorong kami untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, khususnya terkait dengan bidang tribologi dan energi yang menjadi keahlian Shell. Tujuan utamanya, program ini bisa menjadi jembatan yang penting antara akademisi dan pelaku industri," pungkas Dian.



Sumber: BeritaSatu.com