Logo BeritaSatu

Sama-sama Dihukum WADA, Ini Beda Kasus dan Sanksi Rusia dengan Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:47 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang, Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Nama Badan Anti-Doping Dunia (WADA) belakangan mencuat di Tanah Air. Insiden tidak diperbolehkannya bendera Merah Putih berkibar ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang saat seremoni gelar juara Piala Thomas 2020 yang diraih Tim Indonesia menjadi alasannya.

Penyebab dari insiden yang terjadi di Piala Thomas itu adalah karena sanksi yang diberikan WADA kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) yang berimbas ke olahraga Indonesia di pentas internasional. Indonesia dalam hal ini LADI dinilai tidak patuh pada penegakan standar antidoping karena tidak mengikuti Test Doping Plan (TDP) yang dibuat pada tahun 2020.

WADA sebenarnya sudah bersurat sejak 15 September 2021, berisi pemberitahuan resmi tentang ketidakpatuhan tersebut. Diberi waktu 21 hari setelah tanggal penerimaan pemberitahuan resmi untuk membantah pernyataan ketidakpatuhan WADA. Permasalahannya ada pada jumlah sampel yang dinilai tidak memenuhi kriteria.

Wakil Ketua LADI, dr Rheza Maulana mengaku LADI sebenarnya sudah mengirim test doping plan (TDP) susulan tahun 2021 dan 2022 dan koreksinya kepada WADA yang akhirnya sudah disetujui. Untuk tahun 2022 sudah disetujui tinggal dilaksanakan saja. Untuk 2021 juga sudah disetujui dan tinggal implementasi sampai nanti tercapai jumlah sampelnya sehingga nantinya pada November-Desember sudah selesai.

Ditegaskannya sanksi WADA kepada LADI bukan karena keteledoran pengurus LADI yang baru maupun kelambanan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Indonesia dinilai tidak patuh pada penegakan standar antidoping karena tidak mengikuti Test Doping Plan (TDP) yang dibuat pada tahun 2020.

"Bukan keduanya. Kami pun baru menjabat sejak Juli 2021, sedangkan permasalahan hal yang disampaikan WADA tersebut sejak Januari 2021 dan mulai ramai sejak Oktober ini. Waktu 3 bulan pergantian pengurus tersebut tidak cukup untuk negosiasi dan membenahi apa yang sebelum terlambat dilakukan," kata dr Rheza ketika dihubungi Beritasatu.com, Senin (18/10/2021).

Selain Indonesia, Thailand dan Korut, WADA juga sebelumnya memberikan sanksi kepada Rusia yang justru lebih berat. Sanksi berat diterima Rusia karena kasus yang menjerat mereka juga berat yakni skandal doping.

Kasus Rusia

Komite eksekutif WADA dengan suara bulat memberlakukan larangan berkompetisi di semua ajang olahraga selama empat tahun dalam pertemuan di Lausanne, Swiss, pada Senin, 9 Desember 2020. Ini adalah sanksi terparah yang diberlakukan kepada sebuah negara dalam ajang olahraga.

Hal itu terjadi setelah Badan Anti-Doping Rusia (Rusada) dinyatakan tidak patuh karena memanipulasi data laboratorium yang diserahkan kepada penyelidik pada Januari 2019.

Mereka harus menyerahkan data kepada WADA sebagai syarat pemulihan kembali yang kontroversial pada 2018 setelah menjalani skorsing selama tiga tahun akibat skandal doping yang disponsori negara.

Artinya, bendera dan lagu kebangsaan Rusia tidak akan muncul dalam ajang Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, serta Piala Dunia 2022 di Qatar. Sanksi itu sudah mereka rasakan ketika tampil di Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo dengan memakai nama kontingen ROC (Rusia Olympyc Comitee).

Akan tetapi, atlet yang bisa membuktikan diri mereka tidak terlibat dalam skandal doping akan diperbolehkan ikut serta dengan menggunakan bendera netral.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mahfud MD Gelar Rakor Bahas Penanganan Tragedi Kanjuruhan

Menurut Mahfud MD, pemerintah serius untuk menindaklanjuti, merehabilitasi, dan menyelesaikan masalah yang timbul akibat tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tembakan Salvo Tandai Pemakaman Polisi Korban Tragedi Kanjuruhan

Polisi korban tragedi Kanjuruhan dimakamkan di Desa Sukosari, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022.

NEWS | 3 Oktober 2022

Peretas Jual Data Nomor Ponsel PM Inggris dan Pejabat Tinggi

Peretas menjual data rahasia nomor PM Inggris dan para pejabat tinggi lainnya. Situs web AS mencantumkan rincian kontak terbaru hampir semua menteri Inggris.

NEWS | 3 Oktober 2022

Rabu, Polri Limpahkan Tahap II Ferdy Sambo Dkk

Pelimpahan tahap II Ferdy Sambo dan kawan-kawan (dkk), tersangka tindak pidana pembunuhan Brigadir J dilaksanakan pada Rabu (5/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Tiga Mahasiswa Tewas Tenggelam di Pantai Klui Lombok Utara

Sebanyak tiga mahasiswa tewas tenggelam di Pantai Klui, Dusun Kelui, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Minggu (2/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Musim Dingin di Eropa, Ilmuwan Peringatkan Cuaca Lebih Dingin

Ilmuwan memperingatkan perubahan cuaca yang lebih dingin dari biasanya saat musim dingin mendatang di Eropa

NEWS | 3 Oktober 2022

5 Tahun Dipimpin Anies, Dino Patti Djalal Sebut Jakarta Berkembang Pesat

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membawa Jakarta berkembang pesat selama lima tahun belakangan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil Dukung Kompetisi Sepak Bola Dihentikan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung agar kompetisi sepak bola dihentikan sementara imbas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang. 

NEWS | 3 Oktober 2022

Relawan Perkenalkan Ganjar Pranowo Lewat Turnamen PUBG Mobile

Sahabat Ganjar memperkenalkan sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada masyarakat di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung melalui turnamen PUBG mobile.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD Sebut Divisi Propram Polri Akan Dirombak

Mahfud MD mengatakan pemerintah merekomendasikan perombakan secara terbatas Divisi Propam Polri buntut dari kasus Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo. 

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Industri Asuransi Didorong Sebar Risiko Domestik ke Luar Negeri

Industri Asuransi Didorong Sebar Risiko Domestik ke Luar Negeri

EKONOMI | 13 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings