Logo BeritaSatu

Muhammad Rafli Setiawan, Atlet Esport Termuda di PON Papua

Selasa, 21 September 2021 | 07:39 WIB
Oleh : JAS

Jayapura, Beritasatu.com - Muhammad Rafli Setiawan, 13 tahun, menjadi atlet esport termuda di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Dia tergabung dalam Kontingen DKI Jakarta.

Rafli, begitu panggilan akrabnya, mulai bermain Free Fire sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) saat dia berusia 11 tahun.

"Pertama sih saya lihat teman main game, saya jadi ingin main game," kata Rafli saat ditemui di Wisma Atlet Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, yang masih berada pada satu kawasan arena hoki dan kriket yang menjadi tempat bertanding cabang olahraga eksibisi tersebut.

Salah seorang teman bermain Rafli yang bertempat tinggal tidak jauh dari rumahnya kemudian mengenalkan dia kepada teman-temannya yang lain. Dari situ lah terbentuk tim Free Fire yang dinamai Basreng.

Bersama tim Basreng, Rafli kemudian mulai memasuki dunia kompetitif pada 2019 dengan mengikuti beberapa turnamen offline tingkat komunitas.

Semakin serius dengan dunia esport, Rafli mulai memantapkan diri untuk menempati posisi sebagai rusher atau penyerang di timnya.

"Saya pernah melihat YouTuber menjadi rusher, setelah itu saya ikuti cara mainnya, saya latihan akhirnya saya suka. Dari sana mulai atur strategi cara jadi rusher bagaimana. Saya pun mulai paham cara jadi rusher, akhirnya sampai saat ini masih jadi rusher," ujar Rafli.

Berlaga di PON Papua
Memiliki usia yang tergolong lebih muda dari rata-rata para pemain esport lain, bahkan dari teman satu timnya sendiri, Rafli mengaku tidak pernah merasakan diskriminasi.

Rafli mengaku dapat mengimbangi kemampuan teman-temannya di yang memiliki usia jauh di atasnya, yakni Luthfan Aufa Faqih berusia 23 tahun dan Muladi Ahmad Yasin 20 tahun, termasuk Muhammad Haikal yang satu tahun di atasnya.

"Enggak disepelein, mereka kasih tahu aku kalau salah bagaimana. Kalau ada kesalahan-kesalahan pas main turnamen dievaluasi," kata Rafli menegaskan.

Kerja keras Rafli bersama tim yang melakukan latihan delapan jam sehari terbayarkan ketika lolos kualifikasi esport PON Papua tingkat provinsi, menjadi perwakilan DKI Jakarta untuk tim Free Fire.

Tidak hanya itu, tim tersebut bahkan mampu mengungguli provinsi-provinsi lain dalam gelaran Pra-PON dan lolos ke babak utama untuk terbang ke Papua bertanding secara offline.

"Senang bisa sampai sini bisa mewakili DKI Jakarta, latihan enggak sia-sia," ujar Rafli.

Menjadi pemain esport termuda di PON Papua juga tidak membuat Rafli gentar atau pun merasa ada beban untuk membuktikan kemampuannya.

"Main santai pokoknya musuh di depan hajar, mau lawannya sekeras apa intinya mah lawan dulu aja. Di dalam game semua sama," kata siswa SMP Negeri 181 Jakarta Pusat itu.

Namun, sebelum menginjakkan kakinya di tanah Papua, Rafli ternyata sempat terganjal restu orang tua.

Menjadi atlet esport di usia muda ternyata tidak mudah bagi Rafli, mengingat olahraga elektronik tersebut adalah cabang olahraga yang terbilang baru.

"Orangtua sih pertama marahin mulu, soalnya main game males-malesan, makan telat. Nah, kemarin pas tahu esport mewakili DKI Jakarta pertamanya enggak tahu apa itu esport, terus dijelasin sama ofisial DKI, akhirnya diizinin buat mewakili DKI Jakarta," ujar Rafli.

Kantongi Restu Orangtua
Restu orang tua tentunya menjadi hal terpenting bagi Pengurus Besar Esport Indonesia (PB ESI) untuk dapat membawa Rafli terbang lebih dari 3.400 km dari rumahnya di Jakarta.

"Pasti namanya orangtua apalagi ini jauh di Papua ada kekhawatiran, bagaimana keselamatannya, kesehatannya, tapi pada akhirnya kita dapat meyakinkan orangtuanya," kata Ketua Kontingen Esport DKI Jakarta, Michael Eprafas.

Michael mengatakan PB ESI mengeluarkan surat rekomendasi yang menyebutkan bahwa Rafli sudah terpilih dan berhak mewakili DKI Jakarta, yang seharusnya menjadi suatu kebanggaan bagi orangtua karena anaknya yang berusia muda dapat berprestasi.

"Selanjutnya kita juga jelaskan kepada orang tua bahwa PON ini suatu cabang olahraga yang resmi, turnamen nasional yang sangat besar dan resmi didukung oleh pemerintah, dari segi kesehatan, protokol kesehatan juga ketat, dari segi keselamatan juga ketat," ujar Michael.

Tidak hanya orang tua, ESI DKI Jakarta juga mengeluarkan surat izin untuk sekolah agar Rafli, dan anak-anak usia sekolah lainnya dapat mengikuti pertandingan PON di Papua.

Rafli mengaku mendapat dukungan dari sekolah, juga semangat dari guru-gurunya untuk berlaga di PON Papua dan membawa pulang medali emas.

Meski telah menjadi atlet esport, Rafli tetap mengutamakan sekolah, "pendidikan nomor satu sih, harus belajar," ujar dia.

Dia juga tidak ragu lagi untuk melangkah menggapai cita-citanya. "Ingin jadi pemain profesional, jadi juara dunia," pungkas Rafli.

Esport merupakan cabang olahraga yang baru pertama pertama kali pertandingkan di kejuaraan terbesar di Tanah Air meski baru sebatas ekshibisi. Meski demikian kontingen DKI Jakarta tetap mengirimkan atlet terbaik demi meraih hasil maksimal termasuk melalui Muhammad Rafli Setiawan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rexy Mainaky Ditunjuk Jadi Wakil Direktur Pembinaan Bulutangkis Malaysia

Sebelum gabung Asosiasi Bulutangkis Malaysia, Rexy Mainaky baru saja menyelesaikan kontraknya sebagai pelatih di Thailand.

OLAHRAGA | 25 Oktober 2021

Indonesia Turunkan 10 Wakil di Prancis Terbuka

Prancis Terbuka akan mulai digelar Selasa, 26 Oktober 2021 sampai 31 Oktober.

OLAHRAGA | 25 Oktober 2021

Wow, Sepatu Jordan Terjual Rp 21 Miliar dalam Lelang

Sepatu berwarna merah putih itu dikenakan oleh Michael Jordan pada pertandingan kelima musim rookie-nya bersama Chicago Bulls.

OLAHRAGA | 25 Oktober 2021

Tatum Cetak 31 Poin, Celtics Raih Kemenangan Perdana di Kandang Rockets

Klub Boston Celtics menghentikan dua kekalahan beruntun mereka, dengan meraih kemenangan perdana di kompetisi basket NBA.

OLAHRAGA | 25 Oktober 2021

Jepang Borong 3 Gelar di Denmark Terbuka

Jepang menyabet tiga gelar di kejuaraan bulutangkis Denmark terbuka atau Denmark Open 2021, Minggu (24/10/2021).

OLAHRAGA | 25 Oktober 2021

Bagnaia Terjatuh, Quartararo Pastikan Juara MotoGP 2021

Pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, memastikan diri sebagai juara MotoGP 2021 setelah pesaing terdekatnya Francesco Bagnaia terjatuh di GP Emilia Romagna.

OLAHRAGA | 24 Oktober 2021

Putri KW Persembahkan Gelar Ceska Terbuka untuk Kado HUT Ayah

Pebulutangkis Putri Kusuma Wardani mempersembahkan gelar juara tunggal putri Cheska Terbuka atau Czech Open 2021 sebagai kado hari ulang tahun ayahnya.

OLAHRAGA | 24 Oktober 2021

Putri Axelsen Ternyata Penggemar Greysia/Apriyani, Netizen Indonesia Ramai Berkomentar

Putri pemain tunggal putra asal Denmark Viktor Axelsen, Vega Rohde, ternyata penggemar ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

OLAHRAGA | 24 Oktober 2021

Tanpa Gelar di Denmark Terbuka, Ini Evaluasi Manajer Tim Indonesia

Para pemain Indonesia banyak yang mengalami kelelahan seusai tampil di Piala Sudirman di Finlandia dan Piala Thomas-Uber di Denmark.

OLAHRAGA | 24 Oktober 2021

HUT ke-70, PP Perbasi Bidik ke FIBA World Cup 2023

Sebelum perayaan ultah, PP Perbasi menggelar rapat membahas organisasi dan menghasilkan beberapa program spektakuler yang akan diputar tahun ini.

OLAHRAGA | 24 Oktober 2021


TAG POPULER

# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Fahri Hamzah


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
Manfaatkan PLTS, Medco dan Salim Group Ekspor Listrik ke Singapura

Manfaatkan PLTS, Medco dan Salim Group Ekspor Listrik ke Singapura

EKONOMI | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings