KOBI Diminta Urus Persyaratan Jadi Anggota KONI

KOBI Diminta Urus Persyaratan Jadi Anggota KONI
Anindra Ardiansyah Bakrie. (Foto: Antara)
Hendro D Situmorang / AMA Kamis, 4 Juni 2020 | 15:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menyambut baik keinginan Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI) amatir menjadi anggota. Untuk itu, mereka diminta menyerahkan semua persyaratan yang dibutuhkan agar bisa diproses keanggotaannya. Apalagi, cabang olahraga Mix Marital Art (MMA) yang diwadahi KOBI sedang berkembang pesat di Indonesia, sehingga harus didukung.

“Salah satu syarat untuk menjadi anggota KONI Pusat adalah adanya pengurus provinsi di 17 daerah provinsi plus 1. Secara lisan, pihak KOBI kemarin mengatakan sudah tersebar di 27 provinsi dan memiliki afiliasi organisasi internasional. Itu sudah cukup bagus. Untuk itu, mereka sebaiknya segera mengurus dokumen pendukung agar dalam waktu dekat ini diproses menjadi anggota KONI. Saat ini anggota KONI Pusat ada 64 cabor yang tergabung,” kata Sekjen KONI, Ade Lukman ketika dihubungi Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Menurutnya, jika KOBI sudah menjadi anggota KONI, maka MMA Indonesia akan semakin cepat berkembang dan lebih tinggi lagi di zona Asia dan dunia. Dengan demikian, karier atletnya pun semakin berkembang dan ada kejelasan dalam jenjang internasional.

Pada Rabu (3/6/2020) malam, Ketua Umum KONI Marciano Norman menerima kedatangan pengurus KOBI. Ia didampingi beberapa pengurus seperti Ade Lukman (Sekjen), Herman Ago (Wakil Sekjen Bidang Usaha), Sadiq Algardi (Wakil Sekjen Bidang Olahraga Beladiri), serta Tirto (Wakil Ketua Bidang Humas). Sementara rombongan KOBI dipimpin Ketua Umum KOBI Ardiansyah Bakrie, Taufan E Nugroho (Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi), Reva Deddy Utama (Wakil Ketua Umum Bidang Media & PR), David Burke (Wakil Ketua Umum Bidang Internasional), Fransino Tirta (Sekjen), dan Hari Rahardjo (Bendahara Umum).

Pada kesempatan itu Ardiansyah Bakrie menjelaskan, KOBI yang lahir pada 2015 sudah menjadi anggota Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) pada 2016. Saat ini, KOBI memiliki sekitar 800 petarung dari 70 klub yang tersebar di 27 provinsi. Serta memiliki tujuh petarung putra dan satu putri yang menyandang gelar juara nasional.

“Mulai tahun 2019 KOBI telah menjadi anggota IMMAF (International Mix Martial Art Federation) dan WMMAA (World Mixed Martial Arts Association). Dua federasi yang membawahi MMA amatir. Kami mengirim lima petarung, saat IMMAF-WMMAA menggelar kejuaraan dunia di Bahrain tahun lalu,” kata Ardiansyah dalam keterangan resminya.

Dengan berada di bawah KONI, ia yakin akan lebih banyak lagi kejuaraan amatir. Pembinaan juga lebih teratur di berbagai daerah. “Dengan banyaknya atlet, proses seleksi atlet KOBI dari daerah, nasional hingga mengirim atlet ke kejuaraan dunia akan lebih selektif lagi,” ucapnya.

Marciano Norman mengatakan, dengan kemajuan Mixed Martial ke depan, tidak tertutup kemungkinan MMA Indonesia bisa menjadi cabang Olimpiade. Karena begitu pesatnya kemajuan MMA di dunia dan di Indonesia saat ini.

 



Sumber: Suara Pembaruan