KOI Akan Sesuaikan Normal Baru Olahraga dengan IOC

KOI Akan Sesuaikan Normal Baru Olahraga dengan IOC
Raja Sapta Oktohari. (Foto: Antara)
Hendro D Situmorang / CAH Minggu, 31 Mei 2020 | 14:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) bakal menyesuaikan tatanan normal baru atau new normal ajang olahraga yang dikeluarkan International Olympic Committee (IOC) atau Komite Olimpiade Internasional dalam menggelar latihan dan pertandingan olahraga di tengah pandemi covid-19.

Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari mengatakan pihaknya juga menelaah referensi lain berupa praktek latihan dan penyelenggaraan ajang olahraga di negara lain yang telah dimulai. Maka pihaknya akan bersinergi dengan lembaga olahraga internasional tersebut.

"Kami mengambil referensi dari negara-negara yang masih menyelenggarakan olahraga. Kami mendapatkan referensi berupa petunjuk teknis dari IOC. Tentunya federasi internasionaldari setiap cabor itu pasti memiliki langkah-langkah yang diambil berkaitan dengan new normal Covid-19 di olahraganya masing-masing,” kata pria yang akrab disapa Okto itu akhir pekan lalu.

Okto yang juga aktif sebagai promotor tinju tersebut mengapresiasi niat baik pemerintah untuk memulai kembali kegiatan latihan terpusat olahraga nasional. Namun, ia menegaskan, setiap cabang olahraga punya standar tersendiri dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Dimulainya kembali kegiatan olahraga prestasi dinilai penting mengingat ada sejumlah kompetisi internasional yang dijadwalkan bergulir pada paruh kedua tahun ini. Selain itu, atlet juga perlu menjaga performa untuk bisa mendapatkan tiket ke Olimpiade Tokyo di ajang kualifikasi.

Baca JugaOlimpiade 2020 Diundur, KOI Pastikan Pelatnas Tetap Berjalan

"Yang ditakutkan adalah apabila atlet kita terpapar oleh corona, tetapi apabila sesama atlet yang sudah dipastikan negatif, mereka bisa leluasa baik itu full contact maupun single contact. Jadi kami akan berkoordinasi dengan pemerintah, apapun situasi ini kita tetap bisa menjaga prestasi olahraga Indonesia,” jelas dia.

Dalam lingkungan olahraga, kehidupan normal baru ini tidak hanya sekadar memutar kembali kompetisi tapi menyiapkan atlet dan rekruitment untuk regenerasi setelah sejumlah event olahraga ditunda penyelenggaraannya sejak Maret lalu. Sejauh ini, tercatat hanya 3 cabor yang menggelar pelatnas secara terpusat, yakni bulutangkis, angkat besi, dan menembak.

"Normal baru di olahraga itu tak sekadar kompetisi, tetapi juga termasuk persiapan atlet, dan rekrutmen untuk regenerasi. Semua itu harus berjalan beriringan dan tidak boleh terputus," kata Oktohari.

Untuk itu, NOC Indonesia tak akan serta merta melakukan sosialisasi terhadap cabor. Tapi dari lingkupnya sendiri, KOI akan mendalami protokol apa saja yang sesuai dengan new normal. Apalagi, sejauh ini belum ada jaminan kapan wabah Covid-19, akan berakhir.

"Saya sadari tiap cabor olahraga itu beda-beda karakter. Apakah bisa diaplikasikan atau tidak? Itu yang harus didalami. Setelah dirumuskan protokolnya seperti apa baru akan kami sosialisasi," ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan cabor-cabor yang ada di bawahnya pada rapat anggota tahunan awal Juni nanti. Selain itu, KOI juga terus berkoordinasi dengan Kempora dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 terkait penyesuaian new normal tersebut.

Pemerintah lewat Kempora pun segera menerbitkan protokol bagi para atlet agar bisa kembali menggelar latihan maupun melanjutkan kompetisi olahraga nasional. Hal itu dilakukan menyusul dimulainya era kenormalan baru atau new normal sebagai cara menyiasati pandemi virus corona yang belum mereda.

Baca Juga: Menpora Siapkan Draf Protokol Olahraga di Era New Normal

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan pihaknya sudah berdiskusi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam merumuskan protokol tersebut. Hasil diskusi serta masukan dari berbagai pihak nantinya akan dituangkan dalam sebuah draf yang membahas pedoman latihan dan berkompetisi sebelum disampaikan kepada kementerian terkait.



Sumber: BeritaSatu.com