Formula E, Batu Alam di Monas Akan Ditimpa Aspal

Formula E, Batu Alam di Monas Akan Ditimpa Aspal
Kondisi terkini kawasan Cagar Budaya Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat yang dilakukan penebangan puluhan pohon di sisi Plaza Selatan dan akan dilakukan pengaspalan pada batu alam (cobblestone) di sisi Selatan dan setengah sisi Barat. ( Foto: BeritaSatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / YUD Rabu, 19 Februari 2020 | 16:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pelaksana pembangunan infrastruktur balap mobil listrik Formula E di kawasan kawasan Medan Merdeka silang sisi Selatan dan sebagian sisi Barat Monumen Nasional (Monas) akan melakukan pengaspalan dalam waktu dekat.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Jakarta Propertindo, Dwi Wahyu Daryoto kepada awak media usai Preliminary Market Sounding ITF Development di Kempinski Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020) siang.

"Batu alam (cobblestone) itu tidak diangkat, nanti aspalnya akan ditimpa di atasnya. Perencanaan pengaspalan kita harapkan selesainya sebulan sebelum event. Kalau bisa aspal itu bisa dilewati kendaraan lainnya. Sehingga di hari H bisa lebih melotok. Proses pengaspalan itu sebulan," ujar Dwi Wahyu.

Ia menyebutkan aspal yang akan dikerjakan di sisi Selatan dan setengah sisi Barat dari kawasan Monas tersebut akan bersifat permanen karena keberadaannya dianggap ramah terhadap disabilitas.

Baca juga: Ini Perbandingan Formula E dengan Formula 1

"Cobblestone itu di bawahnya sebenarnya beton, itu yang membangun PT Jaya Konstruksi dulu (15 tahun lalu), kita sudah konfirmasi ke mereka. Sekarang kita melakukan studi koefisien daya penyerapannya, apakah beton padat ini benar-benar tidak bisa meresap atau masih bisa meresap air hujan ke dalam tanah," tambah Dwi Wahyu.

Lebih lanjut ia menjelaskan grand stand tempat duduk untuk formula E yang disiapkan 10 ribu tempat duduk. Namun demikian harga tiket Formula E belum ditentukan oleh Jakpro.

Baca juga: Larang Formula E di Monas, Ketua DPRD Akan Panggil Anies

"Pendapatan Rp 50 miliar itu tiketnya yang ke Jakpro. Jangan lupa itu membuat dampak ekonomi dan itu ada kajiannya Rp 600 miliar. Kita sedang tender nanti yang bagian tickecting, nanti besaran harga tiketnya dianalisa sesuai daya beli masyarakat," lanjutnya.

"Untuk perkembangan umum Formula E kita berencana akan menambah 40 barrier dalam sehari. Kemudian kita juga melaksanakan rapat koordinasi mengenai izin-izin misalnya seperti ke Kapolda, Dirlantas untuk rekayasa lalu lintas," tandas Dwi Wahyu Daryoto. 

 



Sumber: BeritaSatu.com