Canggih, Aspal Formula E Bisa Dilepas Usai Balapan

Canggih, Aspal Formula E Bisa Dilepas Usai Balapan
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto (tengah), Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat Sadikin Aksa (kiri), dan Formula E Operation Nuno Fernandez saat jumpa wartawan terkait kesiapan balap mobil Formula E, di Jakarta, Jumat (14/2/2020). Ajang balap mobil bertaraf internasional ini akan digelar di sirkuit Monas pada Sabtu, 6 Juni 2020. ( Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad Defrizal )
Yustinus Paat / YUD Minggu, 16 Februari 2020 | 16:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ajang balapan Formula E ditegaskan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penyelenggara gelaran balap mobil listrik Formula E akan memelihara kondisi Monumen Nasional sebagai cagar budaya. Seperti catatan penting dari Komisi Pengarah gelaran Formula harus menjaga kelestarian lingkungan, vegetasi dan tidak merusak Monas sebagai cagar budaya.

Itulah mengapa Jakpro bakal menggunakan teknologi canggih di mana aspal lintasan Formula E bisa kembali dilepas usai balapan selesai dilaksanakan.

Baca juga: Jakpro Menjamin Formula E Tak Rusak Monas

"Nggak mungkin kita akan merusak cagar budaya. Rule of gamesnya, tidak merusak dan harus mendukung pelestarian cagar budaya," ujar Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto di Jakarta, Minggu (16/2/2020).

"Kita masuk pemanfaatannya (cagar budaya) antara lain untuk pendidikan, teknologi, dan pariwisata. Monas dijadikan arena balap mobil listrik berarti link harmonisasi antara tradisi dan teknologi. Dengan ini, kita juga diingatkan bahwa sejak tahun 1961 Indonesia sudah bisa bangun bangunan setinggi Monas," terang Dwi.

Baca juga: Dirut Jakpro Sebut Formula E Selaras Program Jokowi

Bahkan, kata dia, sebagian batu alam atau cobblestone di Monas yang akan dilapisi aspal untuk dijadikan jalur trek, tribun, pit dan paddock akan dikembalikan seperti semula usai gelaran Formula E. Pihaknya sudah menyiapkan teknologi untuk membuat lapisan aspal sementara bisa dilepas setelah event Formula E.

"Teknologinya sudah ada. Kalau nanti (cobblestone-nya) tidak diaspal permanen, maka kita bisa kembalikan seperti semula dengan pelapisan aspal sementara, yang bisa dibongkar," pungkas Dwi.



Sumber: BeritaSatu.com