Pecatur Novendra Bidik Gelar Grand Master

Pecatur Novendra Bidik Gelar Grand Master
Pecatur Indonesia, MI Novendra Priasmoro menghadapi pecatur Vietnam, Ngoyen Anh Dung dalam Turnamen Catur Internasional Jakarta Open 2019 di Hotel Grand Kemang Jakarta untuk meraih mendapatkan gelar Grand Master (GM). ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / CAH Selasa, 12 November 2019 | 20:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pecatur muda Indonesia, MI Novendra Priasmoro membidik gelar Grand Master (GM) pada turnamen Catur Internasional Jakarta Open 2019 yang berlangsung 12-16 November di Hotel Grand Kemang Jakarta. Pada kejuaraan tersebut, Novendra melakoni partai dwitarung melawan pecatur Vietnam, Ngoyen Anh Dung selama enam babak.

Dalam dwitarung ini Novendra dituntut harus menang mnimal dengan skor 4-2 untuk memperoleh gelar GM

Jika gagal memetik kemenangan dengan skor 4-2 itu maka Novendra akan kehilangan poin 20. Saat ini elorating Novendra baru mencapai 2495 dan ia tinggal membutuhkan 5 poin lagi untuk meraih gelar GM. Persyaratan untuk meraih gelar GM minimal elorating 2.500.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), GM Utut Adianto berharap Novendra bisa memanfaatkan ajang ini untuk mendapatkan gelar GM.

“Ini kesempatan besar bagi Novendra karena selain bermain di kandang sendiri juga lawan yang dihadapi relatif berimbang,” kata Utut yang didampingi Ketua Umum Pengprov Percasi DKI, Ricardo saat pembukaan turnamen ini di Hotel Grand Kemang Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Utut, memgapresiasi langkah Pengprov Percasi DKI menggelar Jakarta Open dan dwitarung internasional antara Novendra melawan Nguyen Anh Dung. Menurutnya ini merupakan sebuah terobosan besar. Artinya Percasi DKI telah mengejahwantahkan program pembinaan Percasi pusat yang selalu mendorong peningkatan prestasi pecatur muda.

Turnamen Catur Jakarta Open 2019 yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Olahraga DKI, Akhmad Firdaus ini diikuti 240 pecatur dari 26 Provinsi. Total hadiah uang pembinaan yang diperebutkan Rp 300 juta.

Akhmad Firdaus dalam sambutannya mengatakan Jakarta sebagai barometer pembinaan olahraga prestasi tentu harus berada di garda terdepan. "Percasi DKI harus menjadi peioner dalam mendorong lahirnya prestasi bukan hanya di level nasional juga internasional,” ucap dia.

Sementara itu Ketua Umum Pengprov Percasi DKI, Ricardo menambahkan bahwa kehadiran peserta dari luar Jakarta tentu membuktikan bahwa Jakarta Open ini memiliki kualitas. Ia menilai selain jumlah hadiah uang pembinaannya cukup signifikan, para peserta daerah luar Jakarta tertantang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

”Tadi sudah disebut oleh Kadisorda DKI bahwa Percasi DKI harus berada di garda terdepan untuk melahirkan pecatur berprestasi. Dan Percasi DKI memang selalu sejalan dengan apa yang menjadi program utama PB Percasi, mengutamakan pembinaan pecatur muda sebagai bagian dari regenerasi,” ungkap dia.

Rikardo menambahkan pihaknya sengaja membatasi peserta turnamen dengan rangking maksimal 2220. Dengan begitu, ajang Jakarta open kali ini akan memberi kesempatan bagi pecatur yang memiliki rating rendah, khususnya para junior.

Selain itu, Pengprov Percasi DKI Jakarta mewajibkan calon peserta untuk memiliki lisensi dari Federasi Catur Internasional (FIDE).

“Persyaratan yang ada supaya turnamen ini lebih berkelas dengan hasil turnamen yang jelas, yaitu peningkatan rating atlet,” tandasnya.

Catur Internasional Jakarta Open kali ini mempertandingkan tiga nomor lomba, yaitu Classic, Rapid, dan Blitz untuk peserta umum. 



Sumber: Suara Pembaruan